Category: BERITA

DAMPAK KEMARAU PANJANG, PPNP GELAR SHALAT ISTISQA

Keluarga besar Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) bersama masyarakat sekitar kampus, menggelar shalat minta hujan atau shalat Istisqa. Seluruh warga kampus dan masyarakat bermohon kepada Allah SWT, agar kemarau panjang berakhir dan hujan yang membawa berkah segera turun.

 

Shalat Istisqa ini dilaksanakan di lapangan hijau kampus PPNP Tanjung Pati, Kamis pagi (24/7/2025). Yang bertindak sebagai Imam dan Khatib, Ustadz Abdurrahman Abu Utsman dari rumah Tahfizh Masjid Assalam dan Masjid Muhammad Hatta Sarilamak.

Direktur PPNP Ir. John Nefri, M.Si hadir langsung dengan didampingi oleh jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa serta masyarakat sekitar kampus yang cukup antusias berpartisipasi. “Melalui ikhtiar ini, mari kita bermohon kepada Allah, sehingga segala dosa dan kesalahan kita diampuni Nya, terhindar dari bencana, dan segera diturunkan hujan,” harap John Nefri.

 

Kemarau panjang yang berlangsung hingga bulan Juli ini, sangat berdampak pada kondisi warga berupa cuaca panas, kekeringan dan kesulitan air, serta banyak terjadinya kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Lima Puluh Kota.

 

Semoga Allah SWT akan membuka keberkahan dan kenikmatan langit maupun bumi, jika kita bermohon kepada-Nya, Aaamiiin

 

Humas PPNP

KEMBANGKAN TEKNOLOGI MELALUI KOLABORASI PENTAHELIX, PPNP LAKSANAKAN DISEMINASI TEKNOLOGI PELLET PAKAN KOMPLIT UNTUK PENGGEMUKAN SAPI POTONG

Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) kembali menunjukan komitmennya untuk mendukung transformasi pendidikan tinggi nasional melalui program kampus berdampak, dengan mengadakan kegiatan diseminasi Teknologi Pellet Pakan Komplit Untuk Pengemukan Sapi Potong. Pellet Pakan Komplit Untuk Pengemukan Sapi Potong,  merupakan hasil riset Program Katalisator Kemitraan Berdikari di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Tahun Anggaran 2025. Kegiatan desiminasi berlangsung di ruangan pertemuan Gedung Kuliah Bersama Kampus Tanjung Pati, Rabu (23/7/2025).

Prof. Dr. Ramayulis, S,Pt, MP, sebagai Ketua Peneliti, saat acara menyampaikan bahwa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh melalui Jurusan Peternakan dan Kesehatan Hewan, mencoba mendorong terwujudnya sinergi dan kerjasama yang kuat antar lima elemen para pemangku kepentingan yakni akademisi, pemerintah, industri, masyarakat, dan media untuk menjadikan teknologi sebagai simpul dalam pertumbuhan ekonomi. Kerjasama ini lebih dikenal dengan istilah kolaborasi pentahelix. ”Harapan Hilirisasi teknologi melalui kolaborasi pentahelix agar mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi langsung melalui pengabdian masyarakat, riset aplikatif, kewirausahaan dan inovasi berbasis kebutuhan riil”, ujar Prof Ramayulis. Dengan kolaborasi yang bersatu padu, berkoordinasi serta saling berkomitmen dari pemangku kepentingan diharapkan dapat mengembangkan dan meningkatkan potensi perekonomian Sumatera Barat.

Lebih lanjut, Prof. Ramayulis, menyatakan tujuan dari program ini untuk mendorong inovasi dan kemandirian ekonomi daerah melalui penguatan kemitraan antara satuan pendidikan vokasi dengan industri dan pemangku kepentingan. Pellet pakan komplit yang dihasilkan PPNP, merupakan hasil pengembangan teknologi pakan serat, konsentrat dan suplemen yang selanjutnya diformulasi sesuai kebutuhan nutrisi ternak dan dicetak dalam bentuk pellet. Pemberian pellet pakan komplit kepada sapi yang digemukan sejumlah 2-3 % dari bobot badan dan sapi tidak perlu lagi diberi rumput atau pakan tambahan lainnya. Produk ini siap dihilirisasi kepada masyarakat pengguna seperti industri peternakan sapi potong, industri pakan, kelompok peternak, dan pihak pengguna lainnya.

Wakil Direktur Bidang II Bidang Umum dan Keuangan PPNP, Ir. Irwan. A, M.Si. yang membuka secara resmi kegiatan diseminasi tersebut, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa untuk mendukung program kampus berdampak, diperlukan kolaborasi dengan semua pihak dan pemangku kepentingan, sehingga dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.  ”Program Kampus Berdampak kini menjadi arah baru transformasi pendidikan tinggi di Indonesia. Perguruan tinggi tidak hanya sekadar menghasilkan lulusan unggul dan publikasi ilmiah, namun, diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Melalui pendekatan yang adaptif, inklusif, dan kolaboratif, kampus dituntut untuk tidak hanya berada dalam menara gading, tetapi hadir aktif menjawab tantangan sosial, ekonomi, hingga lingkungan di sekitarnya” ujar Irwan. A.

Kegiatan desiminasi ini juga dihadiri oleh Jajaran Pimpinan PPNP, Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito  Resha, S.H,  Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Internasional  Universitas Negeri Padang Dr, rer. Nat. Deski Beri, S.Si, M.Si,  Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, Dinas Peternakan Kabupaten/Kota di Sumatera Barat, Kepala Balai Pembibitan Ternak dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang, Pengurus Asosiasi dan Ahli Nutrisi Pakan Indonesia (AINI) Wilayah Sumatera, Pengusaha dan Pegiat Peternak Sumatera Barat, dosen dan mahasiswa serta tamu dan undangan lainnya.

Diharapkan teknologi pellet pakan komplit merupakan solusi yang inovatif untuk menjawab kebutuhan teknologi di masyarakat dalam pengembangan sapi potong. Dan salah satu program kegiatan kampus berdampak Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh yang diwujudkan melalui hilirisasi teknologi hasil penelitian.

 

Humas PPNP

Kampus Berdampak, PPNP Jajaki Kerjasama dengan LPKA Kelas II Payakumbuh

Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP), Selasa (8/7/2025) mendapat kunjungan dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas II Payakumbuh yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Nofrizal beserta staf. Kunjungan yang dimaksud merupakan kunjungan awal penjajakan perjanjian kerja sama antara kedua lembaga dalam rangka pembinaan dan pelatihan keterampilan pertanian bagi anak binaan yang berada di LPKA Kelas II Payakumbuh. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Direktur PPNP John Nefri didampingi oleh Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan kerjasama, Sentot Wahono, dan Koordinator Kerjasama, Perdana Putra, beserta staf.

Kepala LPKA Kelas II Payakumbuh, Nofrizal dalam hal ini menyampaikan harapan agar rencana kerja sama ini dapat diwujudkan dengan PPNP sehingga dapat mendukung program pembinaan kemandirian anak binaan melalui pelatihan pertanian secara berkelanjutan. Sehingga anak binaan yang ada di LPKA kelas II Payakumbuh mendapatkan keterampilan ketika menjalani masa pembinaan. Lebih lanjut Nofrizal menyampaikan bahwa dengan kegiatan koordinasi awal ini, juga untuk mendukung program Asta Cita Presiden RI serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya terkait peningkatan keterampilan, kemandirian, dan pembinaan bagi warga binaan, serta penguatan sinergi dengan pihak eksternal untuk mendukung bidang ketahanan pangan.

Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif LPKA Kelas II Payakumbuh tersebut, Beliau menegaskan bahwa PPNP siap mendukung penuh proses pendampingan dan pelatihan dengan melibatkan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian masyarakat. “PPNP sebagai Perguruan Tinggi Negeri Vokasi hadir untuk menjadi jembatan harapan. Kami ingin agar anak-anak binaan LPKA Kelas II Payakumbuh tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga semangat dan kepecayaan diri untuk membangun masa depan yang lebih baik, baik selama pembinaan maupun setelah mereka kembali ke masyarakat” ungkap John Nefri.

Lebih lanjut John Nefri menyampaikan bahwa kegiatan yang akan dikerjasamakan antara PPNP dan LPKA kelas II Payakumbuh, merupakan
salah satu program kampus berdampak, untuk mewujudkan nilai-nilai tridarma Perguruan Tinggi dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga kampus berdampak bukan sekedar jargon, melainkan spririt transpormasi dalam kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi.

Diharapkan rencana kerja sama ini dapat meningkatkan sinergi antar kedua instansi dalam mewujudkan dan meningkatkan bekal pengetahuan dan keterampilan warga binaan LPKA II Payakumbuh. Semoga!

 

Humas PPNP

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, PPNP Gelar Apel Bersama dan Aksi Bersih Sampah Plastik

 


Dalam rangka memperingati hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2025, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) menggelar apel bersama dan aksi bersih sampah plastik di lingkungan Kampus Tanjung Pati, Kamis (5/6/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Direktur PPNP, diikuti oleh jajaran Pimpinan, Ketua Jurusan dan dosen/tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan serta mahasiswa

Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, John Nefri, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya persoalan sampah plastik yang menjadi ancaman serius bagi ekosistem dan kesehatan. Kegiatan ini bukan hanya sebatas rutinitas atau seremoni semata, tetapi merupakan wujud nyata dari rasa cinta dan tanggung jawab kita terhadap lingkungan, khususnya lingkungan kampus yang menjadi tempat kita menimba ilmu dan mengabdi.

”Isu pencemaran plastik adalah masalah global yang sudah sangat mengkhawatirkan. Sampah plastik tidak hanya mencemari tanah, air, dan udara, tetapi juga mengancam kehidupan makhluk hidup dan merusak ekosistem yang menjadi penopang kehidupan kita, oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai insan akademik dan bagian dari masyarakat  untuk menjadi teladan dalam menjaga lingkungan”, ucap John Nefri.

Lebih lanjut, John Nefri mengajak warga kampus melalui kegiatan apel bersama sebagai bentuk kedisiplinan dan penghargaan terhadap nilai-nilai kebersamaan, sekaligus melaksanakan aksi bersih di lingkungan kampus, sebagai bentuk nyata kontribusi kita dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari sampah plastik.

               

Setelah pelaksanaan apel, seluruh peserta secara serentak melakukan aksi bersih-bersih di sekitar lingkungan Kampus Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Para peserta mengumpulkan berbagai jenis sampah, terutama sampah plastik yang sulit terurai.

 

Humas PPNP

Kolaborasi Penelitian Berdikari Skema Emas Pergururan Tinggi Vokasi Sumbar Gelar Focus Group Discussion Bersama Pelaku Usaha Rendang dan Dakak-Dakak

Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) menjadi bagian tim penelitian Program Katalisator Kemitraan Berdikari Tahun 2024-2025 yang digawangi oleh Politeknik Negeri Padang (PNP) sebagai perguruan tinggi penerima hibah. Penelitian yang bertajuk “ “ Inovasi Mesin Untuk Peningkatan Produksi dan Penjualan Oleh-Oleh Kuliner Khas Ranah Minang merupakan lanjutan dari kegiatan Program Penguatan Ekosistem Kemitraan untuk Pengembangan inovasi Berbasis POtensi Daerah Provinsi Sumatera Barat dari Dirjen VokasiKemdikbudristek dengan pendanaan dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Kementerian Keuangan tahun 2023-2024.

Tim peneliti merupakan kolaborasi multidisiplin ilmu dari dua perguruan tinggi angota Konsorsium Kemitraan yaitu PNP dan PPNP dengan menggandeng IPB University sebagai perguruan tinggi mitra. Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Nurul Fauzi SE.,MM.,Ak  merupakan dosen dari Jurusan Akuntansi PNP Bersama sejumlah anggota yaitu Firmansyah.,ST.,MT dan Haris.,S.Pd.,MT dari PNP, Dr. Iis Ismawati S.Hut.,M.Si dan Dr. Nova Sillia.,S.Pt.,MM dari PPNP serta Dr. Dwi Setyaningsing.,S.TP.,MS dari IPB University. Kolaborasi ini juga melibatkan mahasiswa Jurusan Teknik Mesin dan Teknik Elektro PNP.

Salah satu rangkaian kegiatan penelitian adalah penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) yang berhasil di gelar pada tanggal 1-2 Mei 2025 di Hotel Grand Royal Denai Bukitinggi yang dihadiri oleh mitra UMKM Rendang dan Dakak-Dakak. Diskusi ini bertujuan untuk menyusun dokumen bisnis mesin retort dan  mesin pencetak dakak-dakak yang sesuai dengan kebutuhan user.

Dalam sambutannya, Nurul Fauzi menyatakan bahwa penelitian ini merupakan tindak lanjut dari hasil penelitian tahun pertama terkait dengan pemetaan kebutuhan pelaku oleh-oleh kuliner unggulan di Minang dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya.  Beberapa mesin yang sangat dibutuhkan adalah Retort dan mesin Pencetak Daka-dakak sebagai oleh-oleh khas dari Simabur tanah datar. FGD menjadi  langkah strategis untuk memahami lebih dalam spesifikasi mesin seperti apa yang menjadi kebutuhan mitra agar dapat  meningkatkan kualitas produknya.  Sehingga peneliti dalam menyusun prototype kedua mesin yang akan diproduksi tersebut memang benar-benar sesuai kebutuhan user nantinya.

FGD ini difokuskan pada penyusunan Business Model Canvas (BMC) sebagai  alat manajemen strategis yang digunakan untuk merancang dan menjelaskan model bisnis mesin retort dan mesin pencetak dakak-dakak yang sedang diproduksi saat ini. Mitra dipandu untuk dapat memberikan masukan berdasarkan 9  elemen kunci yang saling berhubungan, mulai dari  keys partnership, key activities, key resources, customer relationship, channels, value propositions, customer segments, cost structure dan Revenue streams.

Dalam diskusi ini, terungkap bahwa mesin retort yang ada di pasaran saat ini masih terdapat kekurangan seperti kapasitas yang besar sehingga tidak terjangkau oleh pengusaha rendang yang produksinya masih kecil, kemudian dibutuhkan waktu yang lama dalam mendistribusikan panas membuat boros bahan bakar dan model sekat yang kurang fleksibel menyebabkan produk menumpuk dan panas menjadi tidak merata. Sementara untuk mesin pencetak dakak-dakak memang belum ada di pasaran, sehingga inovasi yang ditawarkan dalam penelitian ini menjadi harapan besar bagi produsen yang selama ini masih mencetak nya secara manual. “Kami sangat kesulitan dalam mencari tenaga kerja pencetak dakak-dakak terutama saat pesanan meningkat seperti bulan puasa, dengan adanya mesin ini akan menjadi Solusi dalam mengurangi biaya tenaga kerja sekaligus meningkatkan kapasitas produksi usaha kami” kata deny pemilik dakak-dakak Dua Putri dari Simabur Tanah Datar.

Menurut Hera  pemilik usaha rendang Dapur Bundo N-3 dari kabupetan Agam menambahkan bahwa mesin retort ini tidak saja berguna bagi pengusaha rendang tapi juga produk-produk olahan kuliner Minang lain yang sifatnya basah seperti gulai itiak lado hijau seperti yang kami produksi saat ini. Kedepan nya beragam aneka kuliner khas Minang lainnya seperti gulai tunjang, pangek cubadak pun bisa menjadi oleh-oleh seperti produk rendang.

Menurut Nurul fauzi, Kegiatan penelitian ini menunjukkan peran pendidikan tinggi dalam membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk oleh-oleh dan kuliner khas Minang. Sehingga produk UMKM Sumatera barat bisa naik kelas dan mampu menembus pasar ekspor. Saat ini kami masih dalam tahap penyusunan prototype, setelah mesin selesai diproduksi dan dilakukan pengujian Performance, uji verifikasi dan  uji kelayakan diharapkan ini akan menjadi produk unggulan Teaching Factory dari Politeknik Negeri Padang yang dapat dipabrikasi dan dipasarkan ke para pelaku UMKM yang membutuhkan. Inovasi mesin yang kami rancang ini memang lebih ditujukan untuk usaha kecil sehingga kapasitasnya tidak terlalu besar dan harganya lebih terjangkau.

Program “Kampus Berdampak” Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Melaksanakan Aksi Kemanusiaan Donor Darah Menyambut Hardiknas Tahun 2025.

Program “Kampus Berdampak”, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) melaksanakan aksi kemanusiaan donor darah menyambut Hardiknas Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Kampus PPNP, Tanjung Pati, Rabu (30/4/2025).
Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP), KSR PMI bekerjasama dengan Unit Donor Darah (UDD) “Syahrial Leman” PMI Kota Bukittinggi menyambut Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei dengan menggelar aksi donor darah. Pembina KSR PMI Unit PPNP, Dr. Hendra Alfi, S.P., M.P., menyebut bahwa kegiatan donor darah ini telah menjadi tradisi di PPNP.

“Biasanya kita lakukan setiap tiga bulan atau saat ada momen penting. Tahun ini kita mengambil momen memperingati Hardiknas, sebagai bentuk nyata bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik, tapi juga kepedulian sosial,” jelasnya.

Hendra menambahkan, aksi ini merupakan cerminan dari arahan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang mendorong kampus menjadi agen perubahan di masyarakat.

“Kita ingin menanamkan skill dan juga kepedulian. Donor darah adalah bentuk kontribusi nyata mahasiswa terhadap sesama,” tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung di kampus PPNP ini menjadi simbol semangat solidaritas dan kemanusiaan dari dunia pendidikan tinggi. Pada kegiatan ini, panitia menargetkan minimal 50 kantong darah. Untuk mencapainya, panitia melakukan berbagai strategi seperti edukasi, promosi kesehatan, dan pendekatan langsung kepada mahasiswa, khususnya pendonor pemula.

Hendra menyoroti tantangan besar yang dihadapi PMI saat ini, yaitu tingginya permintaan darah yang belum seimbang dengan ketersediaan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dan peningkatan kesadaran masyarakat.

“PMI Kota Bukittinggi memiliki tanggung jawab yang besar karena cakupan pelayanannya tidak hanya terbatas pada Kota Bukittinggi, tetapi juga mencakup Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Hal ini karena banyak fasilitas kesehatan di dua daerah itu mengandalkan pasokan darah dari PMI Bukittinggi,” ungkap Hendra.

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kerja sama berkelanjutan antara PPNP dan PMI Bukittinggi sejak 2018.

“PMI Bukittinggi tidak hanya mendukung kegiatan donor darah, tapi juga aktif dalam pembinaan relawan KSR, pelatihan tanggap bencana, peningkatan kapasitas, dan edukasi kemanusiaan lainnya,” sambungnya.

Kasi Aftap UDD PMI Kota Bukittinggi, Alfredo, A.Md.Kep., mewakili Kepala UDD dr. Lusfinaldi, Sp.KKLP, mengatakan bahwa kerja sama ini sudah dijalin melalui nota kesepahaman resmi.

“Antusiasme mahasiswa PPNP sangat luar biasa. UDD PMI Bukittinggi juga menerapkan strategi ‘jemput bola’ ke berbagai instansi yang ingin bekerja sama dalam kegiatan donor darah,” ujarnya.

 

Alfredo berharap kegiatan di PPNP mampu membantu mencukupi stok darah di rumah sakit yang membutuhkan. Ia juga menyebut bahwa PPNP menjadi salah satu mitra strategis PMI dalam mendekatkan pelayanan kepada generasi muda. Salah satu mahasiswa Jurusan Paramedik Veteriner PPNP, Vingka Melani, mengaku sempat ragu untuk pertama kali mendonor.

“Awalnya takut, tapi ternyata tidak sakit sama sekali. Setelah dicoba, rasa takut hilang. Saya ajak teman-teman untuk donor juga. Setetes darah kita bisa menyelamatkan banyak nyawa,” katanya semangat.

Kegiatan ini menjadi gambaran konkret bahwa pendidikan tidak lagi sebatas ruang kelas. Kampus hadir memberi dampak kebermanfaatan, membentuk karakter peduli, dan menumbuhkan rasa kemanusiaan. Donor darah di PPNP adalah bukti bahwa mahasiswa bisa menjadi pelopor solidaritas dalam aksi nyata.

Baksos Polri Presisi Bersama Mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dalam rangka menyambut bulan Suci Ramadhan 1446 H

Polres Lima Puluh Kota menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Polri Presisi dengan membagikan paket sembako buat mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP).

Bantuan paket sembako Baksos Polri Presisi ini diserahkan langsung oleh Ka. Polres Lima Puluh, AKBP. Syaiful Wachid, S.H, S.I.K kepada perwakilan mahasiswa PPNP, di Ruang Sidang 1 Lantai 4 Gedung Baru, kampus Tanjung Pati, Kamis (27/2/2025).

Ka. Polres Lima Puluh Kota AKBP. Syaiful Wachid, S.H, S.I.K menyampaikan bahwa kegiatan dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H sekaligus untuk menjalin silaturrahmi dengan masyarakat, termasuk dengan warga kampus dan mahasiswa PPNP.

AKBP. Syaiful Wachid, menyampaikan bahwa Polres Lima Puluh selalu berkomitmen menjaga hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat di Lima Puluh Kota, Polri terbuka dengan masyarakat termasuk dengan warga kampus dan mahasiswa. Silahkan masyarakat memberikan masukan dan aspirasinya. “Kami selalu hadir, kami selalu dekat masyarakat, ini adalah salah satu bentuk kepedulian Polri dengan masyarakat”ucap AKBP. Syaiful Wachid.

Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) Ir. John Nefri, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih , dengan terselenggaranya kegiatan Bakti Sosial Polri Presisi yang dilaksanakan oleh untuk Polres Lima Puluh Kota.

“Kami juga yakin sekali bahwa Bakti sosial ini tidak hanya berupa bantuan materil, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moril dan motivasi bagi mahasiswa untuk terus berprestasi, kami berharap, bakti sosial ini dapat sedikit meringankan beban mahasiswa dalam menjalani kehidupan, menempuh pendidikan, serta memberikan semangat untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi ujar John Nefri.

Dalam kesempatan yang sama Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PPNP M. Hanif Hasibuan, juga mengucapkan terima kasih kepada Polres Lima Puluh Kota, dan berharap silaturrahmi serta hubungan baik antara mahasiswa dan Polres Lima Puluh Kota tetap terjalin dengan baik. “Kami (mahasiswa) siap mendukung dan mensukseskan program Polri demi kemajuan dan kejayaan bangsa”ucap Hafil, Presiden BEM yang dilantik 20 Februari lalu.

 

Humas PPNP

Gebrakan Awal 2025, PPNP Kukuhkan Tiga Guru Besar.

Awal tahun 2025 merupakan momen yang bersejarah bagi Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP), saat memasuki usia 36 tahun, PPNP melantik dan mengukuhkan 3 (tiga) Guru Besar sekaligus. Kegiatan pengukuhan ini berlangsung di Gedung Serbaguna, kampus Tanjung Pati, Rabu (26/2/2025).

Guru besar yang dikukuhkan yakni Prof. Aflizar, S.P, M.P., Ph.D, bidang ilmu Kesuburan dan Konservasi Tanah, dari Jurusan Budidaya Tanaman, Prof. Dr. Ramayulis, S.Pt, MP, bidang ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan dari Jurusan Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Prof, Dr. Rince Alfia Fadri, S.ST., M.Biomed Bidang ilmu Teknologi Pengolahan Tanaman Perkebunan dari Jurusan Teknologi Hasil Pertanian. Dengan acara pengukuhan tersebut, saat ini PPNP sudah melahirkan 4 (empat) guru besar dengan bidang ilmu/keahlian yang berbeda.

Pengukuhan ini, merupakan salah satu rangkaian acara Dies Natalis PPNP yang ke 36, dengan kegiatan Rapat Terbuka Senat yang dipimpin oleh Ketua Senat Dr. Rilma Novita, S.TP, M.P serta dihadiri oleh Direktur beserta jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa,  keluarga, kerabat  dan tamu undangan lainnya.

Di kegiatan pengukuhan ketiga Guru Besar PPNP ini , masing-masing Guru Besar menyampaikan orasi ilmiahnya yang diawali oleh Prof. Aflizar, S.P, M.P., Ph.D dengan judul “Geokimia Silikon Tanah dan Ekoteknologi  STBM Untuk Pengelolaan DAS Pertanian Berkelanjutan”. Berikutnya Prof, Dr. Rince Alfia Fadri, S.ST., M.Biomed dengan judul orasi ilmiah : “Mitasi Akrilamida Dalam Industri Kopi; Solusi Inovatif Untuk Menghadapi Tren Global Kopi Berkelanjutan Dan Berkualitas Tinggi”. Dan terakhir orasi ilmiah dari Prof. Dr. Ramayulis, S.Pt, MP yang berjudul “Pengembangan Teknologi Pakan Dalam Mendukung Peternakan Sapi Potong Menuju Swasembada Daging Nasional.”

Dalam sambutannnya Direktur Ir. John Nefri, M.Si, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas pengukuhan tiga Guru Besar Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. “Kita bangga, ini merupakan prestasi dari perjuangan, kerja keras dari dosen PPNP, demi kemajuan institusi”ucap John Nefri.

Keahlian dan inovasi yang dihasilkan oleh Guru Besar diharapkan dapat mendorong PPNP untuk terus maju dan berkembang serta memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. Sehingga PPNP siap untuk menghadapi tantangan global yang kian komplek dengan menciptakan solusi yang inovatif dan berkelanjutan, ungkap John Nefri, saat diwawancarai humas.

Lebih lanjut John Nefri, juga mengajak seluruh elemen kampus secara bersama-sama agar menjalankan efisiensi anggaran yang mencakup  seluruh program/kegiatan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 Tentang Efisiensi Belanja dalam pelaksanaan APBN dan Belanja Daerah. “Mari kita dukung dan sikapi kebijakan efisiensi anggaran secara hati-hati dan cermat, namun tetap memprioritaskan Proses Belajar dan Mengajar (PBM) sebagai tugas utama Perguruan Tinggi dalam rangka mendidikan generasi bangsa” himbau John Nefri.

Diakhir acara juga dilaksanakan penandatanganan MoU antara Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dengan 10 (sepuluh) Mitra Dunia Usaha, Dunia Industri (Mitra Dudi) oleh Direktur PPNP dengan Pimpinan/owner Mitra, yaitu : PT. Bio Organik Mungka, CV. Faruq Farm, Furuq’s Cake, Asosiasi Kopi Minang, PT. Cahaya Rembulan Agro, Kiha-zima Pet Care, Dapur Bundo N-3, King Farm, PT. Tjahaja Baru Agri, dan Politeknik Kampar. Penandatanganan MoU tersebut dalam rangka pemanfaatan teknologi tepat guna, penelitian dan pengabdian masyarakat serta mendukung kegiatan proses belajar dan mengajar (PBM).

 

Tim Humas PPNP 

Selamat ! Kepada Pegurus Ormawa PPNP Masa Bakti Tahun 2025.

Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) Ir. John Nefri, M.Si, melantik Pengurus Dewan Legislatif Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa dan Unit Kegiatan Mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Masa Bakti Tahun 2025. Pelantikan ini berlangsung di Ruang Sidang I lantai 4 Gedung Baru Kampus Tanjung Pati, Kamis (20/2/2025) .

“Saya mengucapkan selamat seluruh pengurus organisasi mahasiswa (ormawa), yang dilantik hari ini, atas amanah dan kepercayaan yang akan dijalankan, serta apresiasi atas semangat dan dedikasi yang telah ditunjukkan oleh para mahasiswa dalam mengembangkan organisasi kemahasiswaan di lingkungan PPNP”ucap Direktur saat menyampaikan sambutan.

Lebih lanjut Direktur menekankan bahwa Ormawa adalah wadah penting bagi mahasiswa untuk menyalurkan aspirasi, mengembangkan potensi diri, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan kampus dan masyarakat. John Nefri, juga berharap dibawah kepemimpinan pengurus baru,  ormawa PPNP menjadi organisasi yang solid, kreatif, dan inovatif, dan menjadi mitra strategis bagi institusi dalam mewujudkan visi dan misi PPNP ke depannya. “Mari kita bekerja sama, bahu-membahu, dan saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama”ajak John Nefri.

Wakil Direktur III bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, Sentot Wahono, S,P, M.Si, pada kesempatan yang sama, mengucapkan selamat kepada pengurus Ormawa yang dilantik, semoga perjuangan ormawa dapat membawa kemajuan bagi PPNP. Juga ucapan terima kasih kepada pengurus Ormawa periode sebelumnya atas kerja keras dan dedikasi mereka dalam memajukan organisasi ini.

 

Semoga capaian selama ini menjadi landasan yang kuat bagi pengurus baru untuk terus mengembangkan organisasi mahasiswa demi kemajuan PPNP.

 

Humas PPNP 

“Siap Laksanakan Efisiensi Belanja” Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) Selenggarakan Rapat Akademik Semester Genap T.A 2024/2025.

Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) mengelar rapat akademik awal semester Genap TA. 2024/2025, Jumat (14/02) di Ruang Sidang I Lantai 4 Gedung Baru kampus Tanjung Pati. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur beserta seluruh jajaran pimpinan, dosen dan PLP. Rapat Akademik merupakan agenda rutin yang masuk dalam kalender Akademik. Adapun tujuan rapat ini adalah untuk mengevaluasi proses Belajar dan mengajar (PBM) semester sebelumnya (Ganjil 2024/2025), persiapan menghadapi semester Genap 2024/2025, Sosialisasi tentang informasi program/kegiatan Institusi serta sosialisasi menyangkut kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi dan Pemerintah.

Ir. John Nefri, M.Si Direktur PPNP, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan rapat akademik, merupakan kegiatan penting sebagai persiapan menghadapi proses pembelajaran pada semester depan (genap), sehingga aspek-aspek penting sebagai rencana dan persiapan menuju semester Genap TA. 2024/2025 dapat direncanakan secara baik. Diharapkan proses PBM pada semester genap berjalan dengan sukses dan lancar.

Lebih lanjut Ir, John Nefri menginformasikan juga tentang beberapa kebijakan yang akan dijalankan Institusi dalam menyikapi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Angggran 2025. “Untuk mendukung program efisiensi sesuai Inpres No. 1 Tahun 2025, diperlukan kerjasama dan dukungan kita semua, ada beberapa kegiatan dan program yang akan menyesuaikan dengan kebijakan dimaksud, dan diharapakan hal tersebut tidak menjadikannya sebagai hambatan, namun merupakan tantangan dalam meningkatkan kinerja PPNP dalam memberikan layanan kepada masyarakat”, himbau John Nefri.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur I, Jamaluddin, S.Si., M.Si. memaparkan tentang evaluasi kegiatan semester ganjil, program dan kegiatan bidang Akademik, progres usulan re-akreditasi program studi, informasi pelaksanaan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2025, serta pelaporan tentang BKD (Beban Kerja Dosen).

Diharapkan, dari kegiatan rapat akademik, seluruh elemen PPNP dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi semester Genap, sehingga pelaksanaan PBM lebih baik dan optimal.

 

Humas PPNP 

Website Resmi PPID - PPNP © 2026 PPID.PPNP.AC.ID