Category: BERITA

Dosen Agribisnis PPNP Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Pertanian Situjuah melalui Pelatihan Media Digital

Payakumbuh – Sebagai upaya mendukung transformasi digital di sektor pertanian, dosen Program Studi Agribisnis, Jurusan Bisnis Pertanian, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP), menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan dan pendampingan pengembangan media penyuluhan berbasis digital bagi penyuluh pertanian di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, Rabu (24/6).

Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Situjuah Limo Nagari tersebut diikuti oleh delapan penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan penyuluh dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai media penyampaian informasi kepada petani.

Program tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap implementasi Kelompencapir (Kelompok Penerima dan Pencari Informasi) Digital, salah satu program strategis Kementerian Pertanian yang bertujuan memperluas akses petani terhadap informasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi. Dengan adanya media digital, berbagai informasi mengenai teknologi budidaya, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga kebijakan pemerintah dapat diterima petani secara lebih cepat, mudah, dan efektif.

Ketua Tim PKM, Sri Nofianti, menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan kompetensi utama lulusan Program Studi Agribisnis sebagai penyuluh pertanian sekaligus fasilitator pembangunan pertanian.

“Melalui PKM ini, kami tidak hanya berbagi pengetahuan kepada masyarakat, tetapi juga memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kecamatan Situjuah Limo Nagari,” ujarnya.

Selain Sri Nofianti, tim pelaksana terdiri atas Hidayat Raflis, Iis Ismawati, Riva Hendriani, Andrik Marta, Nila Sari, dan Mukhlis. Sejumlah mahasiswa juga dilibatkan agar memperoleh pengalaman langsung dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai teknik penyusunan naskah dan storyboard video penyuluhan. Setelah sesi pemaparan teori, para penyuluh langsung mempraktikkan penyusunan storyboard dengan tema Pengendalian Hama Terpadu pada Tanaman Cabai, yang dipilih karena sesuai dengan kondisi pertanian di wilayah Situjuah.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat praktik penyusunan media penyuluhan. Salah seorang penyuluh mengaku pelatihan tersebut sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan menyusun materi penyuluhan yang lebih menarik, komunikatif, dan mudah dipahami oleh petani di era digital.

Pada sesi diskusi, Sri Nofianti berharap hasil pelatihan dapat mendorong para penyuluh menghasilkan media penyuluhan digital yang lebih kreatif sehingga mampu meningkatkan minat petani dalam mengadopsi inovasi teknologi pertanian.

“Kami berharap para penyuluh dapat mengembangkan media penyuluhan yang informatif, menarik, dan edukatif sehingga pemanfaatan teknologi pertanian oleh petani semakin meningkat. Pada akhirnya, produktivitas usahatani dapat terus ditingkatkan dan berdampak pada kesejahteraan petani,” katanya.

Pelaksanaan PKM ini juga menjadi bagian dari kontribusi dosen Program Studi Agribisnis PPNP dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya IKU 3 yang mendorong dosen berkegiatan di luar kampus melalui kolaborasi dengan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, para penyuluh pertanian di Kecamatan Situjuah Limo Nagari diharapkan semakin siap menghadapi perkembangan teknologi informasi dan mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana penyuluhan yang efektif. Dengan demikian, penyebaran inovasi pertanian kepada petani dapat berlangsung lebih cepat, luas, dan berkelanjutan.

3 NAMA CALON DIREKTUR, HASIL PEMILIHAN SENAT PPNP

Senat Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) menetapkan 3 (tiga) nama Calon Direktur usai pemungutan suara yang berlangsung di Ruang Sidang Pimpinan Kampus Hijau Tanjung Pati, Rabu (06/5).

Ketua Senat Akademik PPNP Dr. Rilma Novita, S.T.P. M.P mengatakan ketiga calon Direktur yang terpilih masing-masing Ir. Harmailis, M.Si;  Jamaluddin, S.Si, M.Si; dan Ir. Irwan. A, M.Si. Ketiga calon yang sudah terpilih selanjutnya akan diajukan ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi untuk ditetapkan dalam pemilihan Direktur pada bulan Mei atau Juni 2026 ini. Dari empat Bakal Calon Direktur Ir. Irwan. A, M.Si menjadi kandidat yang meraih suara Senat PPNP terbanyak dengan memperoleh 13 Suara Senat. Sedangkan, tiga kandidat lainnya yakni Ir. Harmailis, M.Si 6 suara dan Jamaluddin, S.Si, M.Si 4 suara dan Sentot Wahono, S.P, M.Si memperoleh 1 suara.

”Nantinya, ketiga kandidat tersebut kembali akan mengikuti tahap pemilihan akhir yang digelar pada akhir bulan Mei atau Juni 2026 ini, yang juga akan dihadiri oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi” ucap Eva Yulia, S.Pt, M.Si sebagai ketua panitia pemilihan saat diminta tanggapannya oleh tim humas.

Pada kesempatan sama, Budi Febriandi yang juga Alumni PPNP angkatan pertama menyatakan harapan yang besar terhadap Direktur yang akan terpilih nantinya dapat memberikan yang terbaik untuk Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) serta menjadi Direktur bagi semua pihak demi memajukan PPNP dalam penguatan peran Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi yang unggul di bidang pertanian. Senada dengan harapan Budi Febriandi, warga kampus PPNP dan alumni menitipkan harapan yang sama kepada Direktur terpilih nantinya untuk dapat membawa perubahan yang lebih baik dengan gerak langkah nyata menuju transformasi politeknik sebagai penguatan kelembagaan menuju Polytechnic University.

Semoga !

 

Humas PPNP

Transformasi PPNP, 4 Bakal Calon Direktur Paparkan Visi Misi Strategis

Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) menyelenggarakan kegiatan penyampaian visi-misi dan program kerja dari Bakal Calon (Balon) Direktur sebagai rangkaian tahapan penyelenggaraan pemilihan Direktur Periode tahun 2026-2030, empat orang bakal calon (balon) Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh memaparkan Visi Misi dan Program Kerja di depan anggota Senat, yang juga dihadiri oleh civitas akademika, bertempat di Ruang Sidang Coffea Kampus Hijau Tanjung Pati, Rabu (06/5). Ke empat balon Direktur tersebut adalah: Ir. Harmailis, M.Si;  Jamaluddin, S.Si, M.Si; Ir. Irwan. A, M. Si dan Sentot Wahono, S. P, M. Si.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi institusi untuk mengenal lebih jauh gagasan, arah kebijakan, strategi pengembangan institusi serta program kerja yang akan dijalankan oleh para kandidat.  Masing-masing bakal calon Direktur memaparkan strategi yang akan dijalankan empat tahun ke depan terutama dalam penguatan peran Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi yang unggul di bidang pertanian serta langkah strategi yang disiapkan dalam rangka menuju Polytechnic University, sebagaimana kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang ikut mendorong transformasi kelembagaan politeknik di Indonesia sebagai bagian dari agenda nasional dalam penguatan pendidikan vokasi yang berdaya saing global dan berbasis kebutuhan industri. Acara penyampaian visi misi ini dihadiri oleh dosen, tenaga kependidikan, perwakilan mahasiswa, serta unsur pimpinan kampus yang berlangsung dalam forum terbuka.

 

Dr. Rilma Novita, S.T.P. M.P sebagai Ketua Senat membuka secara resmi Rapat Terbuka Senat PPNP dalam rangka penyampaian visi–misi dan program kerja bakal calon Direktur.  Sri Nofianti, S.P, M.Si yang bertindak sebagai Sekretaris Senat saat dihubungi humas, menyatakan bahwa pemaparan visi misi dan program kerja balon merupakan rangkaian kegiatan pemilihan Direktur PPNP  untuk periode tahun 2026 – 2030, sebagai penerus Direktur saat ini Ir. John Nefri, M.Si yang akan berakhir masa jabatan 15 Agustus 2026 mendatang. Selanjutnya Rilma Novita juga menambahkan bahwa setelah kegiatan penyampaian visi misi dan program kerja, akan dilanjutkan dengan penyaringan 4 (empat) balon direktur menjadi 3 (tiga) calon yang akan dilakukan melalui Rapat Senat Tertutup pada siang sampai sore ini.

Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Ir. John Nefri, M.Si, saat diwawancarai menyampaikan bahwa visi misi dan program kerja yang disampaikan ke empat bakal calon, merupakan bahan pertimbangan bagi anggota senat dalam menentukan pilihannya. Visi – misi dan program kerja dan dijadikan sebagai kontrak sosial sekaligus janji bagi Sivitas Akademika Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh untuk membangun PPNP empat tahun ke depan. ”Ada hal yang sangat penting yang harus digali dari balon terutama tentang kebijakan menyangkut arah baru transformasi politeknik sebagai penguatan kelembagaan menuju Polytechnic University, ini penting untuk peningkatan pengakuan dan kesetaraan dengan universitas”, ujar John Nefri.

Lebih lanjut, John Nefri mengharapkan, direktur ke depan harus tetap fokus pada kurikulum yang lebih link and match dengan kebutuhan industri dan tantangan masa depan, persiapan re-akreditasi institusi yang segera kadaluarsa pada 25 April 2028, kemudian persiapan menuju PTN BLU (Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum) yang ditargetkan Kementerian pada tahun 2028, serta juga makin mempertajam aktivitas-aktifitas untuk penguatan riset terapan dan inovasi. ”Pemilihan Direktur PPNP merupakan pemilihan pimpinan seluruh warga kampus, siapapun, dari 4 (empat) bakal calon yang nantinya terpilih menjadi Direktur, haruslah menjadi pemimpin bagi semua pihak, bukan hanya untuk golongan tertentu.” tambah John Nefri, saat diwawancarai Tim Humas.

“Harapan warga kampus, semoga terpilih, yang terbaik bagi pengembangan PPNP,”

Semoga !

 

Humas PPNP

PPNP Grand Launching TEFA “KOPI DAN PAYUANG”

Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) meresmikan pembelajaran berbasis industri atau lebih dikenal dengan Teaching Factory (TEFA) dengan brending ”Kopi Payuang”. Grand launching ini dihadiri langsung oleh Direktur Ir. John Nefri, M.Si beserta jajaran Pimpinan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Rabu (22/4/2026) di Kampus Tanjung Pati.

Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) Ir. John Nefri, M.Si dalam sambutannya memberikan apreasiasi kepada tim Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Vokasi 2025 Kemendiktisaintek (PRPTNV) di ketuai oleh Dr. Neni Trimedona, S.Si., M.Si beserta tim yang sudah berjuang dan mengembangkan sehingga lahir kopi payuang dengan berbagai produk olahan kopi dan turunan produknya. Tefa Kopi Payuang yang aat ini dinakhodai oleh Tety Desrita Handayani, M.Sc, berharap akan menjadi Teaching Factory unggulan berbasis riset yang mengintegrasikan pembelajaran, penelitian terapan, dan inovasi hilirisasi kopi untuk menghasilkan sumber daya manusia kompeten serta produk kopi berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan. Hilirisasi kopi mengubah biji mentah (green bean) menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti kopi bubuk, kopi instan, ekstrak kopi, hingga nantinya produk kopi dengan antioksidan yang tinggi dan decaffeinated coffee (kopi tanpa kafein). Turunan produk kopi meliputi roasted bean, kopi bubuk, espresso, dan berbagai olahan siap minum (cappuccino, latte).

“Bagi banyak orang kopi adalah bahasa universal memulai percakapan, namun bagi PPNP kopi payuang adalah bahasa kami untuk menunjukan bukti dan jati diri atas kerja keras, riset dan dedikasi terhadap potensi lokal” ucap John Nefri. Kami ingin produk ini menjadi payung bagi petani kopi lokal, tempat dimana inovasi teknologi pertanian bertemu dan berkolaborasi dengan kearifan tangan-tangan petani kita, ucap John Nefri. Semoga kopi payuang mampu bersaing  di pasar nasional bahkan internasional, harap John Nefri.

Apa itu “KOPI PAYUANG”

Meskipun “kopi dan payung” (payuang bahasa minang) dua kata yang berbeda, namun sesungguhnya memiliki keterikatan yang kuat. Berbeda, tapi justru menunjukkan bahwa perbedaan antara kedua kata tersebut adalah untuk saling melengkapi (complementary), bukan saling meniadakan, mari kita simak !

Di Minangkabau (Sumatera Barat) payung atau biasa disebut dengan payuang telah menjadi simbol dalam kebudayaan. Eksistensi payung dalam kebudayaan Minangkabau sudah mengalami perkembangan. Seperti halnya payung yang difungsikan dalam upacara ritual pengangkatan penghulu yang dimaknai sebagai pelindung dari perilaku yang tidak baik, payung juga menjadi simbol bagi perempuan Minangkabau yang diibaratkan sebagai payuang panji ke Medinah yang bermakna sebagai jalan menuju surga dalam agama Islam, ada juga payuang yang dilekatkan kepada perempuan juga bermakna sebagai pemimpin, terutama pemimpin dalam keluarga, pemimpin bagi anak-anaknya di rumah, payung yang dipakai saat menari (tari payuang) yang penggambaran cinta dan kasih sayang antara laki-laki dan perempuan serta payuang menjadi menjadi simbol menyatukan dua anak manusia dalam perkawaninan dalam sebuah keluarga. Jadi payung atau payuang memiliki makna yang kuat yaitu “perlindungan, kebersamaan, dan pengayoman”.

Berangkat dari filosofi ini lah TEFA  Kopi Payuang PPNP mencoba memproduksi minuman kopi kekinian dengan branding ’Kopi Payuang”. Beberapa produknya merupakan hasil penelitian bersama dalam upaya hilirisasi riset yang berkelanjutan. Upaya hilirisasi kopi di Sumatera kembali mendapat dorongan kuat melalui penelitian terapan dan hiliriset SINERGI yang digagas oleh Prof. Dr. Rince Alfia Fadri bersama tim. Penelitian ini berfokus pada transformasi biji kopi mentah (green bean) menjadi produk bernilai tambah tinggi guna meningkatkan daya saing kopi nasional di pasar domestik maupun global.

Dalam riset dikembangkan pendekatan terpadu yang menghubungkan sektor hulu hingga hilir. Tidak hanya menitikberatkan pada proses pengolahan, penelitian ini juga mencakup inovasi teknologi pascapanen, teknik roasting yang optimal, hingga formulasi produk turunan seperti kopi instan, ekstrak kopi, dan kopi tanpa kafein (decaffeinated coffee) dan kopi tinggi antioksidan “Hilirisasi kopi bukan sekadar mengolah, tetapi menciptakan ekosistem industri yang mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus membuka peluang usaha baru,” ungkap Prof. Rince.

Dari sinilah lahir TEFA Kopi Payuang, sebuah model Teaching Factory yang menjadi ruang temu antara hasil penelitian, praktik industri, dan pemberdayaan masyarakat. Kehadirannya tidak terlepas dari keinginan kuat untuk mengembangkan produk turunan kopi berbasis hasil riset, sehingga inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada tataran akademik, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk produk nyata yang memiliki nilai ekonomi.

TEFA Kopi Payuang menjadi wujud nyata sinergi antara kegiatan penelitian kopi dan implementasi di lapangan. Di dalamnya, proses hilirisasi tidak hanya dipelajari, tetapi juga dipraktikkan secara langsung mulai dari pengolahan bahan baku, teknik roasting, pengembangan produk, hingga strategi pemasaran.

Dengan demikian, TEFA tidak sekadar menjadi unit produksi, melainkan juga laboratorium hidup (living laboratory) yang menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Mahasiswa, dosen, serta mitra UMKM terlibat dalam satu ekosistem yang saling mendukung, menciptakan alur inovasi yang berkelanjutan.

Sinergi ini memperkuat peran kampus sebagai pusat pengembangan ilmu yang aplikatif. Hasil penelitian menjadi fondasi inovasi, sementara TEFA menjadi kendaraan untuk menguji, menyempurnakan, dan mendistribusikan produk ke pasar. Inilah bentuk nyata integrasi antara riset dan praktik di mana ilmu pengetahuan tidak hanya dihasilkan, tetapi juga dihidupkan dan memberikan dampak langsung bagi petani, pelaku usaha, dan masyarakat luas.

Pendekatan penelitian terapan ini juga melibatkan kolaborasi erat dengan pelaku UMKM dan industri kecil di daerah penghasil kopi, sehingga hasil riset tidak berhenti di laboratorium, melainkan dapat langsung diimplementasikan dalam skala produksi.

“Kampus sebagai payung ilmu dan teknologi, itu harapan bersama,” ujar Rince saat menceritakan perjalanan lahirnya TEFA Kopi Payuang.

Ia menambahkan, “Kita berharap Kopi Payuang menjadi sarana pembelajaran dan pengabdian bagi mahasiswa dan civitas akademika, yang menghubungkan ilmu dengan praktik nyata untuk memberdayakan petani dan membangun kopi lokal yang berkelanjutan.”

Filosofi “Payuang” atau payung memiliki makna mendalam. Di bawah satu payung, seluruh pemangku kepentingan: petani sebagai akar produksi dan pelaku usaha sebagai penggerak pasar bersatu membangun ekosistem kopi yang kuat dan berkelanjutan di Sumatera Barat.

Sejalan dengan visi yang diusung, yaitu “Mewujudkan kopi Sumatera Barat yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui sinergi ilmu dan kearifan lokal,” TEFA Kopi Payuang terus bergerak menjalankan misinya: edukasi dan transfer teknologi, peningkatan nilai tambah produk, penguatan ekosistem kopi, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.

Lebih dari sekadar produk, Kopi Payuang membawa semangat pelestarian budaya Minangkabau melalui praktik green farming yang ramah lingkungan. Hal ini menjadi keunggulan tersendiri, menjadikan kopi Sumatera Barat tidak kalah dengan kopi dari daerah lain yang telah memiliki standar specialty coffee di tingkat global.

Di tengah maraknya tren kopi kekinian dengan beragam merek dan varian, optimisme tetap terjaga. Kopi Payuang diyakini mampu eksis dan mendapatkan tempat di hati para pecinta kopi, berkat kualitas, cerita, dan nilai yang diusungnya. Perjalanan membangun TEFA Kopi Payuang tentu tidak ringan. Berbagai tantangan dihadapi, mulai dari keterbatasan teknologi di tingkat petani, standar kualitas yang belum merata, hingga akses pasar yang masih perlu diperluas. Namun, dengan tekad yang kuat, kolaborasi lintas sektor terus diperkuat menghadirkan pelatihan, pendampingan, serta transfer teknologi agar kualitas kopi dapat ditingkatkan secara konsisten. “Alhamdulillah dengan support dari pimpinan dan tim PRPTNV Tahun 2025, Tefa Kopi Payuang sudah bisa Grand Opening pada Hari Rabu tanggal 22 April 2026 sebagai langkah awal untuk lebih berkembang dan menjadi lebih baik” ungkap Prof Rince.

Pada akhirnya, inisiatif ini menjadi wujud nyata dari program kampus berdampak yang didorong pemerintah. Perguruan tinggi hadir bukan hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai solusi nyata bagi masyarakat. “PPNP hadir menjadi solusi, berdampak, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kampus sebagai payung ilmu dan teknologi”, itu harapan bersama, ucap Prof. Rince saat mengakhiri cerita kisah perjalanan dalam melahirkan TEFA Kopi Payuang ini dengan tim humas.

Humas PPNP

PPNP SEDIAKAN 953 KUOTA MAHASISWA BARU PADA SNPMB 2026

Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) kembali melaksanakan sosialisasi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2026, pada Kamis, 12 Februari 2026, di Gedung Serbaguna Kampus Tanjung Pati. Kegiatan dibuka Wakil Direktur I PPNP Jamaluddin, S,Si, M.Si.

Sosialisasi SNPMB 2026 ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh terkait mekanisme seleksi masuk perguruan tinggi negeri serta mengenalkan Jurusan dan Program Studi (Prodi) yang ada di PPNP kepada Kepala Sekolah, Guru BK dan Guru IT, sehingga pihak sekolah mendapatkan akses informasi yang valid untuk disampaikan kepada siswa.

Jamaluddin saat membuka acara menyampaikan bahwa sama dengan tahun 2025, untuk tahun 2026 terdapat dua jalur masuk perguruan tinggi berskala nasional, yaitu SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) dan SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes). Selain itu, terdapat pula jalur mandiri dibawah Konsorsium Forum Direktur Politeknik Negeri se Indonesia atau disingkat FDPNI.

”Pada tahun 2026 ini PPNP menyediakan 953 kursi untuk mahasiswa baru, yang tersebar pada 15 Program Studi di 5 (lima) Jurusan” ucap Jamaluddin. Dari ke 3 Jalur masuk yang tersedia di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, kita tetap berpedoman kepada Peraturan Menteri untuk kuota masing-masing jalur masuk. Dari prodi yang ada di PPNP, masing-masingnya memiliki keketatan yang berbeda, sehingga pemilihan prodi juga perlu dipertimbangkan oleh siswa, tambah Jamaluddin.

Harapannya para guru yang hadir saat sosialisasi ini dapat mengenalkan Prodi yang ada di PPNP,  sehingga siswa bisa memiliki banyak opsi Prodi dan jenjang karir yang mereka inginkan. Selain itu, siswa tidak perlu khawatir karena lulusan PPNP, secara umum memiliki masa tunggu kerja yang singkat, yakni kurang dari 6 bulan, dari waktu wisudanya.

Pada kesempatan yang sama juga dipaparkan materi tentang ”Strategi dan Kiat-Kiat Khusus Agar Lolos Seleksi Beasiswa KIP Kuliah” oleh Hafzil Ade, yang bertindak sebagai operator dan Pengelolah Beasiswa KIP Kuliah Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. ”Akibat salah membaca dan memahami petunjuk teknis oleh calon (siswa), sering terjadi kendala pada saat pendaftaran KIP Kuliah, yang berakibat gagalnya siswa mendapatkan beasiswa KIP Kuliah, padahal siswa tersebut memenuhi syarat sebagai penerima KIP K” ujar Ade.

 

Humas PPNP

PPNP, GELAR ORASI ILMIAH DALAM RANGKA DIES NATALIS YANG KE – 37

Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) menyelenggarakan Sidang Terbuka Senat dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-37, dengan tema “Transformasi Digital dan Sinergi Pendidikan Vokasi untuk Kampus Berdampak, Mandiri dan Berdaulat dalam Mendukung SDGs.”, Rabu (11/2). Kegiatan ini berlangsung khidmat di Gedung serbaguna kampus Tanjung Pati dan dihadiri oleh civitas akademika, tamu undangan dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat, Forkopimda, para mitra industri, sesepuh serta tamu undangan lainnya.

Sidang Terbuka Senat dibuka oleh Ketua Senat PPNP Dr. Rilma Novita, S.T.P, M.P dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Ir. John Nefri, M.Si yang menyatakan bahwa tema Dies yang Ke 37 ini bukan sekedar slogan, melainkan refleksi arah strategis Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dalam merespons perubahan zaman, perkembangan teknologi, tuntutan dunia kerja, serta tanggung jawab Politeknik Pertanian Negeri Payakumbh terhadap pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals. Kegiatan ini menjadi momentum reflektif atas perjalanan tiga puluh tujuh tahun Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dalam membangun negara dan bangsa yang berpihak pada masyarakat serta adaptif terhadap tantangan zaman.

Lebih lanjut John Nefri menyatakan banyak kemajuan dan prestasi yang sudah dicapai dan ditorehkan oleh PPNP selama ini, tentu hal tersebut tidak terlepas dari perjuangan dan pengorbanan pendahulu para perintis Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh yang telah meletakkan dasar-dasar untuk kemajuan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. “Saya juga menyampaikan ucapan terima kasih untuk pimpinan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh pada periode-periode sebelumnya yang telah bekerja keras bersama dengan jajaran pembantu direktur/ wakil direktur pada masing-masing periode, dengan membawa kemajuan terhadap Politeknik ini, lanjut John Nefri. Berikutnya John Nefri menyatakan bahwa berkat dedikasi dan ketulusan pimpinan sebelumnya fondasi PPNP dapat berdiri kokoh seperti saat ini, apa yang kita nikmati hari ini merupakan kelanjutan dari perjuangan panjang para pendahulu yang patut kita jaga dan kembangkan bersama” ujar John Nefri.

Sebagai acara utama, Orasi ilmiah dengan menghadirkan 3 orator internal yakni Dr. Muthia Dewi, S.Pt, M.Sc, dari Jurusan Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan judul orasi “Inovasi Fiber Cracking Technology Bahan Pakan Limbah Pertanian dan Perkebunan dalam Mendukung SDGs Pada Pendidikan Vokasi”. Selanjutnya Dr. Nova Sillia, S.Pt, MM, dari Jurusan Bisnis Pertanian yang memaparkan orasi ilmiah dengan judul Karakteristik Pemberi Informasi Yang Dipercaya Dalam Peningkatan Konsumsi Susu Segar Sapi Di Sumatera Barat. Sedangkan orator ke 3 yakni Dr. Reny Ekawati, S.Si, M.Si dari Jurusan Rekayasa Pertanian Dan Komputer yang menyampaikan orasi yang berjudul Dari Pohon Ke Banjir: Cara Lanskap Mengelola Air Hujan Di Sumatera Barat.

Pada kesempatan yang sama Ketua Pelaksana Dies Natalis PPNP yang ke 37 Dr. Sandra Melly S.T.P, M.Si menginformasikan selain orasi ilmiah ada beberapa rangkaian yang dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis tahun 2026 ini yakni: Gabyar PPNP, Politani Walk Fest, pertandingan Tenis Meja dan Pertandingan Sepak Bola antar Instansi.

Diakhir acara dilaksanakan penanda tanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dengan SMKN 2 Payakumbuh dan Balai POM Payakumbuh. Penandatanganan MOU ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kerjasama dan kemitraan antara kedua belah pihak dalam mendukung pengembangan pendidikan. Serta penanda tanganan Implementation Agreement (AI) Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dengan Universiti Teknologi Mara Malaysia (UiTM).

 

Humas PPNP

Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Turut Meringankan Beban Masyarakat dalam Program Tanggap Darurat Bencana Kemendiktisaintek

Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) Ir. John Nefri, M.Si melepas keberangkatan Tim pengabdian kepada masyarakat tanggap bencana untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di kecamatan Gunuang Omeh dan Matur pada tanggal 23 Desember 2025. Tim yang dipimpin langsung oleh Wakil Direktur bidang kemahasiswaan dan kerjasama bapak Sentot Wahono, SP, M.Si bersama penanggung jawab kegiatan bapak Prof. Dr. Ramaiyulis, anggota bapak Dr. Hendra Alfi dan Ibu Sri Nofianti, M.Si, Budi Febriandi, SP serta 6 orang mahasiswa.

Penyaluran bantuan tanggap bencana ini didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan,  Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi sebagai aksi tanggap darurat bencana yang dilaksanakan di tiga Provinsi terdampak bencana Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh. Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh sebagai salah satu Posko tanggap darurat bencana di Sumatera Barat ditugaskan pada daerah Kabupaten Lima Puluh Kota  yaitu  kecamatan Gunuang Omeh dan kabupaten Agam yaitu kecamatan Matur. Namun dalam pelaksanaannya PPNP menjangkau wilayah lainnya yaitu Nagari Baruah Gunuang kecamatan Bukit Barisan dan kecamatan Tanjung Raya.

Bentuk bantuan yang disalurkan dalam tanggap darurat bencana ini terdiri Sembako, susu balita, susu lansia, selimut, dan pakaian ibadah. Disamping itu beberapa peralatan yang dibutuhkan di tempat pengungsi yaitu tangki air bersih, dan perkakas dapur. Semua bantuan telah disalurkan tim pengabdian masyarakat bersama Dharma Wanita Persatuan dan mahasiswa langsung kepada masyarakat terdampak.  Sebersit keceriaan muncul di wajah penerima bantuan sebagai bentuk keringanan beban dari korban bencana. “Tim tidak berhenti disini, kami akan terus berupaya untuk kelanjutan program terutama masa pemulihan nantinya” ujar Wakil Direktur III sebagai pimpinan tim.

 

Humas PPNP

PPNP ADAKAN WORKSHOP DALAM RANGKA MEMPERKUAT KERJASAMA DAN PUSAT KARIR

Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) melalui Pengelola Kerjasama dan Pusat Karir mengukuhkan komitmen untuk memperkuat pengelolaan kerjasama dengan penyelenggaraan Workshop Penyusunan Pedoman Kerjasama dan Pusat Karir. Kegiatan workshop ini dilaksanakan selama dua hari di kampus Tanjung Pati, Kamis – Jumat, 27-28 November 2025.

 

Workshop dihadiri dan diikuti oleh Wakil Direktur 3, Ketua Jurusan, Koordinator Program Studi (Prodi), Kepala Laboratorium dan Kepala Unit di lingkungan PPNP, dan undangan lainnya.  Nara sumber dari kegiatan ini adalah Dr. Eng. Muhammad Makky, S.TP, Direktur Kerjasama dan Hilirisasi Riset Universitas Andalas, Padang.

 

Workshop ini menjadi forum strategis dan sangat penting bagi Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh untuk merumuskan pedoman kerjasama yang lebih efektif dan berkelanjutan serta mendukung pengembangan PPNP ke depannya. Begitu juga dengan Pusat Karir yang bersentuhan langsung dengan dunia usaha & dunia industri (DUDI) dan alumni. Pedoman pusat karir dibutuhkan untuk dalam pengelolaan informasi terkait lulusan sebagai bahan evaluasi menilai mutu pendidikan yang telah dihasilkan.

 

Wakil Direktur III Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Sentot Wahono, S.P, M.Si dalam sambutannya saat pembukaan acara menyatakan bahwa Workshop selama 2 (dua) hari ini sangat penting dan akan bermanfaat dalam mengembangkan kerjasama, dan pusat karir di PPNP. “Kerja sama adalah kunci untuk meningkatkan kualitas dan reputasi lembaga pendidikan, sedangkan pusat karir merupakan kegiatan yang menindaklanjuti kerjasama PPNP dengan DUDI dalam hal sinergisitas antara kedua lembaga tersebut dalam penyerapan alumni” ujar Sentot Wahono .  Lebih lanjut, Sentot Wahono, mengharapkan dari kegiatan workshop dapat dihasilkan pedoman layanan kerjasama untuk pengembangan lembaga (PPNP). Sehingga pedoman tersebut  dapat menjadi acuan bagi pemangku kepentingan dan civitas akademika di PPNP.

 

Perdana Putra, S.T, M.Eng, Ph.D  sebagai ketua pelaksana sekaligus Pengelola Kersama dan Pusat Karir menyampaikan bahwa  workshop yang dilaksanakan menjadi bagian penting dari upaya kita bersama dalam membangun dan mengembangkan kerjasama dan pusat karir di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. ”Semoga dengan berjalannnya kegiatan workshop ini, kita berharap pedoman yang akan dihasilkan dapat mendukung pelaksanaan kerjasama dan lebih efektif, efisien, produktif, kreatif dan relevan dengan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi” harap Perdana Putra

 

Selain sesi pemaparan materi, dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, di mana para peserta berdiskusi langsung dengan narasumber. Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan soft launching website Pusat Karir PPNP.

 

Humas PPNP

PPNP RAIH PERINGKAT TERBAIK KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK TAHUN 2025

Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) kembali menegaskan komitmennya dalam transparansi dan akuntabilitas publik. Hal ini dibuktikan dengan meraih predikat terbaik 1 dalam ajang penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik oleh Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Sumatera Barat, untuk kategori Perguruan Tinggi. Sebuah pencapaian yang membuktikan keseriusan dalam melayani hak dasar masyarakat atas informasi.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Gubernur Sumatera Barat, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Prov. Sumatera Barat Arry Yuswandi, S.K.M, M.K.M. kepada Jamaluddin, S.Si, M.Si selaku Wakil Direktur I pada Malam Penganugerahan Keterbukaan Informasi Badan Publik se-Sumatera Barat Tahun 2025 yang berlangsung di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, Padang, Selasa malam (18/11/2025).

Wakil Direktur I PPNP Jamaluddin, S.Si, M.Si, menyampaikan, rasa syukur atas pencapaian ini. “Alhamdulillah Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dapat meraih kategori INFORMATIF sekaligus Predikat Terbaik 1 untuk katogori Perguruan Tinggi. Tentunya kita tidak berpuas diri, harus lebih memicu motivasi kita lagi sehingga kita terus berbenah untuk memperbaiki layanan khususnya layanan informasi publik,” tegas Jamaluddin.

“Belajar untuk selalu berbenah dengan komitmen yang tinggi untuk lebih transparan dan terbuka, dengan harapan PPNP harus lebih baik lagi dalam melaksanakan pelayanan informasi kepada seluruh lapisan masyarakat,” ucap Jamaluddin.

Pada kesempatan yang sama, Khazanatul Israr, S.P, M.M selaku Humas dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, juga menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada seluruh tim dan pihak yang ikut membantu dan mendukung keterbukaan Informasi publik ini. ”Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama serta komitmen seluruh lapisan warga kampus serta dukungan dari banyak pihak, Alhamdulillah dan terima kasih buat semua” ujarnya

 

Humas PPNP

Prodi Agribisnis PPNP, Asah Jiwa Entrepreneur Mahasiswa

Mahasiswa Program Studi Agribisnis semester V Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) melaksanakan kegiatan pameran produk sebagai bagian dari praktik mata kuliah Manajemen Penjualan Produk berbasis Project Based Learning, pada Rabu (12/11) di Kampus Tanjung Pati- Lima Puluh Kota. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam merencanakan serta merealisasikan sebuah usaha melalui penjualan produk secara langsung yang diikuti sebanyak 42 orang mahasiswa.

Kegiatan tersebut  diawali dengan tahap perencanaan ide bisnis, survey pasar, penentuan jenis produk yang akan dijual berdasarkan analisis dan target pasar. Dari hasil perencanaan tersebut, mahasiswa akan menentukan dan menetapkan jumlah produksi serta harga jual yang sesuai dengan sasaran konsumen.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dibagi ke dalam empat tim besar, yaitu tim sarapan, tim makanan berat, tim camilan, dan tim minuman. Setiap tim bertanggung jawab mengelola seluruh aspek penjualan mulai dari produksi hingga pelayanan kepada pembeli. Selain itu, mahasiswa juga dibagi ke dalam beberapa bagian kerja, antara lain produksi, pramusaji, kebersihan, kasir, dan promosi. Hal tersebut bertujuan untuk melatih keterampilan dan kerja sama tim serta manajemen operasional usaha.

Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Penjualan Produk, Sri Nofianti, S.P., M.Si., saat pembukaan kegiatan menyatakan bahwa, kegiatan pameran ini bukan sekadar tugas mata kuliah, namun untuk melatih mahasiswa dalam merencanakan dan merealisasikan sebuah usaha dengan belajar melakukan penjualan produk secara nyata di masyarakat. ”Kita berharap mahasiswa mampu untuk mengelola sebuah usaha, mulai dari perencanaan hingga evaluasi keuangan serta harapan kami, para mahasiswa juga terasah kemampuan berpikir kritisnya, dan bekerja sama dalam tim, serta berani mengambil keputusan bisnis,” jelas Sri Nofianti lebih lanjut.

Menariknya lagi, pameran ini turut dikunjungi oleh siswa SMPN 3 Pangkalan dalam rangka kegiatan observasi ko-kurikuler, sehingga selain menjadi ajang praktik mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi dan inspirasi bagi pelajar yang hadir.

Kegiatan pameran ini juga sudah menjadi agenda rutin untuk mendukung pembelajaran berbasis praktik di Program Studi Agribisnis, serta dapat menumbuhkan semangat wirausaha di kalangan mahasiswa, sehingga mampu melahirkan dan mengembangkan jiwa kewirausahaan disetiap mahasiswa, semoga !

 

Humas PPNP

Website Resmi PPID - PPNP © 2026 PPID.PPNP.AC.ID