Category: BERITA

PPNP Ikuti Ajang SEVIMA Security Challenge (SSC) 2026 Demi Perkuat Keamanan Digital Kampus

Lima Puluh Kota — Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) menunjukkan komitmennya dalam memperkuat keamanan sistem informasi digital dengan berpartisipasi pada ajang SEVIMA Security Challenge (SSC) 2026. Hadir mewakili PPNP dalam kegiatan tersebut yaitu Kepala Subbagian Akademik, Mardianto, S.Pd., M.M.
SSC 2026 merupakan program bug bounty pertama dari PT Sentra Vidya Utama (SEVIMA)—perusahaan EdTech penyedia sistem informasi perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan yang memadukan kompetisi dan workshop ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Sarjana Nasional 2026.
Berlangsung selama dua bulan (Juni–Agustus 2026), ajang ini diikuti oleh 41 tim dari 20 perguruan tinggi yang terdiri atas mahasiswa, dosen, hingga tim IT kampus mitra. Para peserta diuji untuk menemukan celah keamanan pada platform siAkadCloud dan EdLink. Pengujian dilakukan secara etis pada lingkungan staging dengan data dummy sehingga data operasional asli tetap aman. Setiap laporan temuan yang dikirimkan peserta diverifikasi secara ketat oleh tim engineering SEVIMA untuk selanjutnya ditindaklanjuti.
CEO SEVIMA, Sugianto Halim, M.M.T., menegaskan bahwa SSC bukan sekadar ajang mencari pemenang, melainkan wadah untuk mendapatkan sudut pandang baru dari luar tim internal.
“Kami percaya keamanan sistem bukan sesuatu yang selesai satu kali, melainkan proses belajar terus-menerus. Cara belajar terbaik adalah mengundang orang lain untuk mengujinya secara terbuka dan bertanggung jawab,” ujar Halim. Ia menambahkan, beberapa temuan peserta sangat membantu mengidentifikasi celah yang sebelumnya luput dari pengujian internal.
Selain pengujian keamanan, rangkaian acara juga diisi dengan workshop tata kelola dan keamanan data perguruan tinggi. Sejumlah isu krusial dibahas, mulai dari digitalisasi, Outcome-Based Education (OBE), akreditasi, hingga tata kelola akademik.
Workshop ini menghadirkan berbagai pakar dan praktisi terkemuka diantaranya Prof. Dr. Ir. Joko Lianto Buliali, M.Sc. (Kepala Departemen Akreditasi dan Kurikulum IndoCEISS / Anggota Majelis Akreditasi LAM INFOKOM), Prof. Wahyudi Agustiono, Ph.D. (Guru Besar Universitas Trunojoyo Madura / Principal Academic Advisor), Ir. Ahmad Riyad Firdaus, S.Si., M.T., IPM, Ph.D. (Wakil Direktur Bidang Akademik Politeknik Negeri Batam) serta Endang Kusmana, M.M., Ak., CA. (Praktisi Tata Kelola dan Digitalisasi Pendidikan Tinggi)
Bagi PPNP yang mengimplementasikan layanan SEVIMA, momentum ini menjadi sarana berharga untuk mengasah dan meningkatkan kompetensi pengelolaan sistem digital. Sementara bagi SEVIMA, kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi berbasis digital yang aman dan berkelanjutan.

 

Humas PPNP

Riset Kolaborasi PNP–PPNP–Unand, Dorong Tata Niaga Gambir 50 Kota yang Adil dan Bernilai Tambah

Upaya memperkuat tata kelola dan tata niaga gambir di Kabupaten Lima Puluh Kota terus digenjot melalui riset kolaboratif. Bertempat di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP), Rabu (30/9/2026), digelar Focus Group Discussion (FGD) Tata Kelola dan Tata Niaga Gambir 50 Kota yang dibuka langsung oleh Bupati Lima Puluh Kota, H. Safni Sikumbang.

FGD ini merupakan rangkaian Riset Kolaborasi yang diampu Politeknik Negeri Padang (PNP) bersama PPNP dan Universitas Andalas, dengan Dr. Nurul Fauzi sebagai ketua peneliti. Kegiatan diikuti 25 peserta dari unsur penta helix, termasuk Bappelitbangda, Distanhorbun, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM, UPTD KPHL 50 Kota, Asosiasi Gambir 50 Kota, pengusaha gambir dan batik gambir, UMKM hilirisasi, peneliti, serta petani gambir.

Riset kolaborasi ini merupakan program Bestari Saintek, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan pendanaan dari LPDP. Tujuan utamanya adalah memastikan temuan-temuan riset yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Untuk mencapai itu, program ini mengusung model living lab, di mana kampus, industri, dan masyarakat duduk bersama dalam satu ekosistem kolaboratif guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada sains dan teknologi.

Dalam pemaparannya, Nurul Fauzi menegaskan riset ini tidak sekadar menghasilkan rekomendasi konsep dan kebijakan bagi pemerintah daerah. “Riset ini juga mencoba menjadi bagian problem solving yang memberikan dampak, terutama bagi petani selaku pihak yang sering dirugikan oleh adanya oligarki nakal,” ujarnya. Pendekatan yang dilakukan meliputi edukasi dan penumbuhan kesadaran mutu pada petani, serta penerapan teknologi tepat guna dalam memproduksi gambir bermutu.

Bupati dalam sambutannya menyoroti tiga pilar penting dalam mewujudkan tata kelola dan tata niaga gambir yang adil dan bernilai tambah, yaitu kepastian harga, regulasi, dan modal. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah dan provinsi saja tidak cukup, sehingga diperlukan intervensi pemerintah pusat. Saat ini, Kementerian Pertanian, PTPN IV, dan Danantara tengah melakukan feasibility study untuk industrialisasi dan tata niaga gambir 50 Kota.

Direktur PPNP, Ir. Irwan A., M.Si., menyatakan kesanggupan institusinya menjadi bagian penting pengembangan gambir 50 Kota. Melalui sumber daya seperti dosen yang telah melakukan banyak riset gambir, PPNP akan mendorong riset dan pengabdian masyarakat agar lebih berdampak bagi pemda, masyarakat, dan petani. Riset juga diharapkan dilakukan secara kolaboratif dengan perguruan tinggi atau lembaga riset lain agar dampaknya lebih nyata.

Bertindak selaku narasumber yaitu Sekretaris Bappelitbangda Lysa Angraeni, ST, M.Si., dan Kepala Distanhorbun 50 Kota Witra Porsepwandi, S.Pi., memberikan informasi penting terkait langkah yang sudah dilakukan pemda serta rencana ke depan dalam tata kelola, tata niaga, dan hilirisasi gambir. Kegiatan ditutup dengan harapan agar luaran riset ini sejalan dengan arah kebijakan pemda dan riset sebelumnya, sehingga berkontribusi bagi pengembangan gambir sebagai komoditas unggulan The Central of Agro Kabupaten Lima Puluh Kota.
Semoga !

 

Humas PPNP

PPNP Wisuda 457 Lulusan, Direktur Tekankan Pentingnya Adaptasi dan Penguasaan Teknologi

Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) kembali menggelar Wisuda Tahun 2026 Sabtu, (26 /9/2026) yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kampus Tanjung Pati. Wisuda ini diikuti oleh 457 lulusan yang berasal dari program Magister Terapan, Sarjana Terapan dan Program Diploma Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan wisuda kali ini merupakan wisuda yang ke-37 sejak perguruan tinggi vokasi tersebut didirikan pada 6 Februari 1989.

Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Ir. Irwan. A, M.Si, menyampaikan ucapan selamat kepada wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil meraih gelar akademis jenjang Magister Terapan, Sarjana Terapan dan Diploma. Dalam pidato sambutannya, Irwan, A, M.Si menyampaikan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni untuk mengenakan toga dan menerima ijazah, namun wisuda merupakan penanda bahwa satu tahapan penting dalam perjalanan pendidikan telah berhasil dilalui. ”Untuk itu para wisudawan harus menyadari bahwa di balik toga yang dikenakan hari ini tersimpan bukti perjalanan dan perjuangan yang panjang, ada kerja keras, doa, pengorbanan ataupun kegagalan yang pernah dilalui.  Untuk itu mari kita syukuri serta juga ucapan terima kasih atas dukungan dari banyak pihak” ucap Irwan. A.

Irwan A, yang dilantik sebagai Direktur pada tanggal 18 Agustus 2026 lalu, berpesan kepada wisudawan untuk menyiapkan diri sebagai langkah awal memasuki dunia kerja. Mari untuk terus belajar dan beradaptasi menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat. Perkembangan teknologi, digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), dan perubahan kebutuhan industri menuntut lulusan untuk terus meningkatkan kemampuan. ” Mari manfaatkan teknologi dan AI untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas pengetahuan, namun tetap mengedepankan kemampuan berpikir kritis, etika, integritas, dan tanggung jawab serta selalu menjunjung etika. Jika kelak saudara menjadi pemimpin, profesional atapun pengusaha maka jadilah pemimpin yang amanah, profesional yang berintegritas dan pengusaha yang memberi manfaat bagi masyarakat  ” pesannya.

Ucapan rasa syukur serta ucapan selamat juga disampaikan oleh Irwan. A kepada wisudawan yang telah diterima bekerja di Instansi pemerintah, perusahaan, ataupun yang membuka usaha. ”Ini adalah capaian luar biasa yang patut dibanggakan, yang membuktikan bahwa lulusan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh mampu bersaing, mampu dipercaya, dan mampu memberikan kontribusi nyata di dunia kerja, dunia usaha maupun masyarakat” lanjut Irwan. A

Pelaksanaan wisuda kali ini dihadiri juga oleh Mantan Direktur periode sebelumnya yakni Ir. Setya Dharma, M.Si, Ir. Deni Sorel, M.Si, Ir. Gusmalini, M.Si dan Ir. John Nefri, M.Si. Sedangkan dari pemerintahan Kabupaten Lima Puluh Kota hadir Wakil Bupati, Ahlul Badrito Resha, SH, M.M berserta unsur FORKOPIMDA (Pemerintah Daerah Kabupaten, Kodim, Polres), Wakil Rektor I Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Prof. Dr.  Rosta Minawati, M.Si,  MUSPIKA Harau, Perwakilan Pemerintah Nagari diantaranya Nagari Koto Tuo, Nagari Batubalang, Nagari Sarilamak. Pemerintahan Kota Payakumbuh diwakili oleh Staf Ahli Bid. Kemasyarakatan Dan SDM, Erizon S.Sos, M.M, serta hadir juga dari Stakeholder dan Mitra kerja yang terdiri dari beberapa perusahaan yang telah menyerap tenaga kerja dari lulusan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.

Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, SH, M.M, saat menyampaikan sambutan, menyatakan bahwa pelaksanaan wisuda sejatinya bukan sekadar prosesi seremonial belaka, melainkan sebuah langkah awal untuk membawa perubahan nyata di tengah masyarakat. Hal ini menjadi pesan utama yang ditekankan kepada para wisudawan agar pulang dengan membawa keberanian demi menginisiasi berbagai inovasi baru.

Dalam momentum tersebut, para lulusan diingatkan untuk tidak lagi memandang sektor pertanian dari sudut pandang yang sempit. Pertanian modern saat ini merupakan bidang yang sangat luas dan memiliki keterkaitan erat yang mencakup seluruh sektor kehidupan lainnya. ”Maka ambil lah peluang tersebut, dan ciptakanlah kontribusi nyata, membuka lapangan kerja, serta melahirkan gagasan visioner demi kemajuan bangsa”ajak Wakil Bupati.

 

Humas PPNP

Bersama Peduli Kemanusiaan, KSR PMI Politani dan Kwarcab Pramuka Kab. Lima Puluh Kota Gelar Donor Darah

 

 

PAYAKUMBUH — Semangat kepedulian terhadap sesama diwujudkan melalui kegiatan Donor Darah Kemanusiaan yang digelar oleh KSR PMI Unit Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (Politani) berkolaborasi dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Lima Puluh Kota.

Mengusung tema “Bersama Peduli Kemanusiaan”, kegiatan donor darah tersebut dilaksanakan pada 4–5 September 2026 di Lapangan Hijau Kampus Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Ajang Kreativitas Mahasiswa (AKM) Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh yang berlangsung pada 4–6 September 2026.

Kegiatan donor darah tersebut tidak hanya menjadi agenda sosial, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antarlembaga untuk menumbuhkan kepedulian mahasiswa, anggota Pramuka, dan masyarakat terhadap persoalan kemanusiaan, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Donor darah merupakan bentuk sederhana dari kepedulian yang memiliki dampak besar bagi kehidupan orang lain. Setetes darah yang disumbangkan dapat menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan transfusi dalam kondisi tertentu.

Semangat itulah yang menjadi dasar KSR PMI Unit Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh bersama Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Lima Puluh Kota menggelar kegiatan tersebut.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa gerakan kemanusiaan tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan berskala besar. Kepedulian dapat dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk dari lingkungan kampus dan organisasi kepemudaan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan anggota Pramuka tidak hanya diajak untuk menjadi relawan, tetapi juga diberikan ruang untuk mengimplementasikan nilai-nilai kemanusiaan melalui aksi nyata.

 

Dihadiri Pengurus Kwarcab Lima Puluh Kota

Kegiatan donor darah tersebut mendapat dukungan langsung dari jajaran pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Lima Puluh Kota. Hadir dalam kegiatan tersebut Waka Kwarcab Bidang Abdimasgana, Protokoler dan Kerja Sama Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Lima Puluh Kota, Kak Dr. Hendra Alfi, S.P., M.P., serta Waka Sekretaris Kwarcab Kabupaten Lima Puluh Kota, Kakak Budiono, S.Pd.

Kehadiran jajaran pengurus Kwarcab tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap gerakan kemanusiaan yang dilaksanakan oleh generasi muda, sekaligus memperkuat sinergi antara Gerakan Pramuka dan KSR PMI Unit Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan donor darah, tetapi dapat berkembang menjadi berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan lainnya yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Kwarcab: Terus Kembangkan Gerakan Kemanusiaan

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Lima Puluh Kota, Kak Zulhikmi, S.Pd., M.M.Pd., Datuk Rajo Suaro, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan donor darah yang melibatkan KSR PMI Unit Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dan Gerakan Pramuka. Dalam amanatnya, Kak Zulhikmi berharap kegiatan kemanusiaan tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari gerakan nyata Pramuka dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. “Semoga kegiatan ini dapat terus dikembangkan sebagai wujud kepedulian Pramuka dan KSR PMI Unit Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh kepada masyarakat dan kemanusiaan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan donor darah juga menjadi salah satu bentuk nyata pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka, terutama dalam membangun kepedulian, kerelawanan, persaudaraan, dan kesediaan untuk membantu sesama.

Membangun Tradisi Kolaborasi

Kegiatan donor darah ini sekaligus memperlihatkan pentingnya membangun budaya kolaborasi di kalangan generasi muda. KSR PMI sebagai organisasi relawan kemanusiaan dan Gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan nonformal bagi kaum muda memiliki nilai yang sejalan dalam membangun karakter, kepedulian sosial, kedisiplinan, kerelawanan, serta pengabdian kepada masyarakat. Sinergi keduanya diharapkan dapat melahirkan lebih banyak kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat, kehadiran generasi muda yang memiliki kepedulian dan kemauan untuk bergerak menjadi modal penting dalam membangun lingkungan sosial yang lebih kuat. Donor darah menjadi salah satu contoh nyata bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, tetapi memiliki arti yang sangat besar bagi orang lain.

Dari AKM, Tumbuh Kepedulian

Pelaksanaan donor darah dalam rangkaian Ajang Kreativitas Mahasiswa (AKM) Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh memberikan warna tersendiri bagi kegiatan mahasiswa. AKM tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan kreativitas dan prestasi mahasiswa, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan kemanusiaan.

Melalui kegiatan donor darah, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung bahwa kreativitas dan semangat kepemudaan juga dapat diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan tema “Bersama Peduli Kemanusiaan”, yang menegaskan bahwa kepedulian akan menjadi lebih kuat ketika dilakukan secara bersama-sama.

KSR PMI Unit Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dan Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Lima Puluh Kota menunjukkan bahwa kolaborasi antarlembaga dapat menjadi kekuatan dalam menghadirkan aksi kemanusiaan yang nyata. Lebih dari sekadar kegiatan donor darah, momentum ini menjadi pesan bahwa kemanusiaan membutuhkan kepedulian, dan kepedulian membutuhkan keberanian untuk bergerak. Dari kampus, dari Pramuka, dan dari generasi muda, semangat membantu sesama terus tumbuh dan diharapkan menjadi gerakan yang berkelanjutan.

Bersama Peduli Kemanusiaan. Bersama Menebar Manfaat.

 

Humas Kwarcab. GP Kab. Lima Puluh Kota / KSR PMI Unit Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh/ Humas PPNP

Upaya Wujudkan Kesetaraan Bagi Penyandang Disabilitas, PPNP Adakan Workshop Persiapan Pembentukan ULD

“Sejatinya kampus adalah tempat terbuka bagi setiap anak bangsa untuk bisa menggapai asa tanpa kendala, dan mengejar mimpi tanpa dibatasi. Pendidikan hadir untuk semua !”

Ungkapan diatas merupakan cita-cita bangsa, dan harapan seluruh warga negara. Namun realitasnya kondisi tersebut masih jauh dari harapan bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Berangkat dari hal inilah Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) mencoba menjembati kesenjangan tersebut, langkah kongkret harus segera diambil. Persiapan pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di PPNP bukan hanya sekedar pemenuhan regulasi, melainkan sebuah pernyataan sikap dan tindakan yang nyata oleh PPNP demi mewujudkan bahwa setiap individu berhak atas ruang yang inklusif, adil dan setara dalam menuntut ilmu.

Langkah awal sudah dimulai oleh Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dengan menggelar workshop dan sosialisasi Pembentukan Unit Layanan Distabilitas dengan tema “Penguatan Unit Layanan Disabilitas di Perguruan Tinggi dan Implementasi Pendidikan Inklusif”. Kegiatan workshop dan sosialisasi ini diadakan Kamis (27/8) di Ruang Sidang Uncaria gambir Gedung A Kampus Hijau Tanjung Pati. Hadir sebagai narasumber Prof. Dr. Marlina, S,Pd, M.Si dari Program Studi Pendidikan Khusus FIP Universitas Negeri Padang. Prof. Marlina memaparkan materi tentang pengantar pendidikan inklusif, strategi meningkatkan kesadaran dan sensitivitas terhadap disabilitas, kebijakan dan regulasi pendidikan inklusif di perguruan tinggi, dukungan dan layanan untuk mahasiswa penyandang disabilitas, serta konsep dan panduan pengelolaan unit disabilitas di perguruan tinggi.

Workshop dan sosialisasi ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Ketua Program Studi, Kepala unit di lingkungan PPNP, Pengurus BEM dan Ormawa, Perwakilan Tenaga Kependidikan, Mahasiswa serta undangan ekstrenal dari beberapa Pimpinan Perguruan Tinggi yang berada di Kota Payakumbuh seperti Institut Darul Qu’ran Payakumbuh, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Payakumbuh, STIP Abdi Pendidikan Payakumbuh dan Sekolah Tinggi Teknologi Payakumbuh.

Kegiatan ini sebagai wujud untuk menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas, dan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 48 Tahun 2023 tentang Akomodasi Yang Layak Untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas Pada Satuan Pendidikan Serta Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 mengenai Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, yang menekan pentingnya penyedian layanan pendidikan yang berkualitas bagi semua, termasuk kelompok rentan.

Wakil Direktur I PPNP, Jamaluddin, S.Si, M.Si saat membuka acara Workshop dan Sosilisasi menyatakan, bahwa worskshop dan sosialisasi yang dilaksanakan merupakan bentuk keseriusan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dalam menyiapakan layanan bagi distabilitas. ”Ini merupakan representasi komitmen PPNP mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Terima kasih kepada Direktorat Kemahasiswaan Dan Pembelajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi R.I yang sudah memberikan bantuan program Pembentukan Dan Penguatan Unit Layanan Disabilitas” ucap Jamaluddin. Semoga pembentukan Unit Layanan Disabilitas hadir menjadi pusat layanan, advokasi, serta pemberdayaan bagi mahasiswa penyandang disabilitas, dengan harapan terciptanya lingkungan akademik yang aksesibel, ramah dan nyaman serta mendukung keberagaman, tutup Jamaluddin saat mengakhiri sambutannya.

Semoga ! Mari kita dukung dan sukseskan!

 

Humas PPNP

Ir. Irwan. A, M.Si Resmi Dilantik Menjadi Direktur PPNP 2026 – 2030

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia Prof. Brian Yuliarto, melantik Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) Periode Tahun 2026 – 2030, Ir. Irwan. A, M.Si, bertempat di di Graha Diktisaintek Lantai 2, Gedung Kementerian Diktisaintek, Jakarta, pada Selasa (18/8/2026).

Ir. Irwan. A, M.Si sendiri bukanlah wajah baru dalam kepemimpinan PPNP. Pada periode 2014- 2018 lalu semasa PPNP dipimpin Ir. Gusmalini, Ir. Irwan. A, M.Si menjabat Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan. Sedangkan pada periode 2022-2026, Putra Rao-Rao Luhak Nan Tuo (Kabupaten Tanah Datar) ini dipercaya mengemban tugas sebagai Wakil Direktur II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum.

Dalam upacara tersebut, Ir. Irwan. A, M.Si dilantik bersama dengan 2 (dua) pemimpin perguruan tinggi lain yakni Rektor Universitas Sembilanbelas November Kolaka dan Direktur Politeknik Maritim Negeri Indonesia. Selain itu turut dilantik sejumlah Kepala Biro Perguruan Tinggi, Kepala Subbagian serta Pejabat fungsional di lingkungan Kemdiktisaintek.

Menteri Diktisaintek, Prof. Brian Yuliarto, dalam amanatnya menekankan pentingnya perguruan tinggi untuk terus beradaptasi, dengan kebutuhan zaman dan menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan. ”Jadikan pelantikan ini sebagai momentum untuk penguatan kepemimpinan, dan tata kelola pendidikan tinggi, sains, dan teknologi” ajak Mendiktisaintek.

“Kurikulum perlu disesuaikan dengan kebutuhan dunia nyata, perluasan pembelajaran berbasis pengetahuan, serta riset diarahkan untuk mendukung prioritas pembangunan nasional. Perguruan tinggi harus berlandaskan pada tiga prinsip, yaitu inklusif, adaptif, dan berdampak,” ujar Menteri Brian.

Mendiktisaintek turut menyampaikan terima kasih apresiasi kepada para pemimpin perguruan tinggi pada periode sebelumnya, atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan. Menteri Brian berharap semangat tersebut terus dilanjutkan oleh kepemimpinan baru, untuk membawa institusi semakin maju dan berkembang.

Selamat dan sukses kepada Ir. Irwan. A, M.Si sebagai Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Periode Tahun 2026-2030 dan terima kasih dan apresiasi kepada Ir. John Nefri, M.Si atas pengabdiannya selama Periode 2022- 2026 sebagai Direktur. Semoga Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh semakin berprestasi, maju, unggul dan berdampak bagi masyarakat dan pembangunan Indonesia.

Semoga !

 

Humas PPNP

Unggul Dalam Pemungutan Suara, Ir. Irwan. A, M.Si Pimpin Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Empat Tahun Ke Depan

Rangkaian pesta demokrasi di kampus Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) telah sampai pada puncaknya, Rabu (29/7/26) bertempat di ruang sidang Oryza sativa lantai 4 Gedung Baru, Kampus Tanjung Pati, terpilih Ir. Irwan. A, M.Si sebagai Direktur Periode 2026-2030 melalui Rapat Tertutup Senat Politeknik Negeri Payakumbuh dengan agenda khusus Pemilihan Direktur.  Ir. Irwan. A, M.Si sebagai Direktur terpilih akan mengomando-i PPNP untuk 4 (empat) tahun ke depan.

 

   

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Diktisaintek) Prof. Brian Yuliarto,  memberikan kuasa pada Prof. Dr. Eng. Sandro Mihradi Plt. Kepala Pusat Pembiayaan Dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) untuk menghadiri dan memberikan suara dalam pemilihan Direktur PPNP.

Dari total 37 suara yang terdiri atas suara Senat Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dan ditambah suara dari Mendiktisaintek, Ir. Irwan. A, M.Si menggungguli 2 calon lainnya dengan mendulang suara 27 suara. Sedangkan calon dengan nomor urut 2 Ir. Harmailis, M.Si memperoleh 7 suara, dan Jamaluddin, S,Si, M.Si merupakan calon nomor urut 3 meraih 3 suara.

Berdasarkan hasil perolehan suara tersebut maka Senat PPNP menetapkan Ir. Irwan. A, M.Si sebagai Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh terpilih periode 2026-2030. Hasil pemilihan ini diserahkan langsung oleh Ketua Senat Dr. Rilma Novita, S.T.P. M.P kepada Kemendiktisaintek pada saat selesai rekapitulasi hasil perolehan suara, proses selanjutnya tinggal menunggu SK dan jadwal pelantikan oleh Mendiktisaintek RI.

Plt. Kepala Pusat Pembiayaan Dan Assesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Prof. Dr. Eng. Sandro Mihradi pada kesempatan tersebut menyampaikan kesannya dengan proses pemilihan Direktur Politani Payakumbuh berlangsung lancar, aman dan penuh kekeluargaan dengan semangat positif. “Saya mengucapkan selamat atas terpilihnya Direktur baru PPNP,” ujar Prof. Dr. Eng. Sandro Mihradi. “Mari optimalkan potensi yang dimiliki PPNP melalui peningkatan dan penguatan riset inovatif, dan mempererat kerjasama dengan DUDI (Dunia Usaha-Dunia Industri) untuk mewujudkan pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.” ucap beliau.

Ir. Irwan. A, M.Si setelah pemilihan mengungkapkan, rasa syukur kepada Allah SWT, dan mohon dukungan dari seluruh elemen yang ada di kampus untuk bersama membangunan dan memajukan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh ke depannya.

Selamat dan sukses!

 

Humas PPNP

Dosen Agribisnis PPNP Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Pertanian Situjuah melalui Pelatihan Media Digital

Payakumbuh – Sebagai upaya mendukung transformasi digital di sektor pertanian, dosen Program Studi Agribisnis, Jurusan Bisnis Pertanian, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP), menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan dan pendampingan pengembangan media penyuluhan berbasis digital bagi penyuluh pertanian di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, Rabu (24/6).

Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Situjuah Limo Nagari tersebut diikuti oleh delapan penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan penyuluh dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai media penyampaian informasi kepada petani.

Program tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap implementasi Kelompencapir (Kelompok Penerima dan Pencari Informasi) Digital, salah satu program strategis Kementerian Pertanian yang bertujuan memperluas akses petani terhadap informasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi. Dengan adanya media digital, berbagai informasi mengenai teknologi budidaya, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga kebijakan pemerintah dapat diterima petani secara lebih cepat, mudah, dan efektif.

Ketua Tim PKM, Sri Nofianti, menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan kompetensi utama lulusan Program Studi Agribisnis sebagai penyuluh pertanian sekaligus fasilitator pembangunan pertanian.

“Melalui PKM ini, kami tidak hanya berbagi pengetahuan kepada masyarakat, tetapi juga memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kecamatan Situjuah Limo Nagari,” ujarnya.

Selain Sri Nofianti, tim pelaksana terdiri atas Hidayat Raflis, Iis Ismawati, Riva Hendriani, Andrik Marta, Nila Sari, dan Mukhlis. Sejumlah mahasiswa juga dilibatkan agar memperoleh pengalaman langsung dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai teknik penyusunan naskah dan storyboard video penyuluhan. Setelah sesi pemaparan teori, para penyuluh langsung mempraktikkan penyusunan storyboard dengan tema Pengendalian Hama Terpadu pada Tanaman Cabai, yang dipilih karena sesuai dengan kondisi pertanian di wilayah Situjuah.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat praktik penyusunan media penyuluhan. Salah seorang penyuluh mengaku pelatihan tersebut sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan menyusun materi penyuluhan yang lebih menarik, komunikatif, dan mudah dipahami oleh petani di era digital.

Pada sesi diskusi, Sri Nofianti berharap hasil pelatihan dapat mendorong para penyuluh menghasilkan media penyuluhan digital yang lebih kreatif sehingga mampu meningkatkan minat petani dalam mengadopsi inovasi teknologi pertanian.

“Kami berharap para penyuluh dapat mengembangkan media penyuluhan yang informatif, menarik, dan edukatif sehingga pemanfaatan teknologi pertanian oleh petani semakin meningkat. Pada akhirnya, produktivitas usahatani dapat terus ditingkatkan dan berdampak pada kesejahteraan petani,” katanya.

Pelaksanaan PKM ini juga menjadi bagian dari kontribusi dosen Program Studi Agribisnis PPNP dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya IKU 3 yang mendorong dosen berkegiatan di luar kampus melalui kolaborasi dengan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, para penyuluh pertanian di Kecamatan Situjuah Limo Nagari diharapkan semakin siap menghadapi perkembangan teknologi informasi dan mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana penyuluhan yang efektif. Dengan demikian, penyebaran inovasi pertanian kepada petani dapat berlangsung lebih cepat, luas, dan berkelanjutan.

3 NAMA CALON DIREKTUR, HASIL PEMILIHAN SENAT PPNP

Senat Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) menetapkan 3 (tiga) nama Calon Direktur usai pemungutan suara yang berlangsung di Ruang Sidang Pimpinan Kampus Hijau Tanjung Pati, Rabu (06/5).

Ketua Senat Akademik PPNP Dr. Rilma Novita, S.T.P. M.P mengatakan ketiga calon Direktur yang terpilih masing-masing Ir. Harmailis, M.Si;  Jamaluddin, S.Si, M.Si; dan Ir. Irwan. A, M.Si. Ketiga calon yang sudah terpilih selanjutnya akan diajukan ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi untuk ditetapkan dalam pemilihan Direktur pada bulan Mei atau Juni 2026 ini. Dari empat Bakal Calon Direktur Ir. Irwan. A, M.Si menjadi kandidat yang meraih suara Senat PPNP terbanyak dengan memperoleh 13 Suara Senat. Sedangkan, tiga kandidat lainnya yakni Ir. Harmailis, M.Si 6 suara dan Jamaluddin, S.Si, M.Si 4 suara dan Sentot Wahono, S.P, M.Si memperoleh 1 suara.

”Nantinya, ketiga kandidat tersebut kembali akan mengikuti tahap pemilihan akhir yang digelar pada akhir bulan Mei atau Juni 2026 ini, yang juga akan dihadiri oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi” ucap Eva Yulia, S.Pt, M.Si sebagai ketua panitia pemilihan saat diminta tanggapannya oleh tim humas.

Pada kesempatan sama, Budi Febriandi yang juga Alumni PPNP angkatan pertama menyatakan harapan yang besar terhadap Direktur yang akan terpilih nantinya dapat memberikan yang terbaik untuk Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) serta menjadi Direktur bagi semua pihak demi memajukan PPNP dalam penguatan peran Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi yang unggul di bidang pertanian. Senada dengan harapan Budi Febriandi, warga kampus PPNP dan alumni menitipkan harapan yang sama kepada Direktur terpilih nantinya untuk dapat membawa perubahan yang lebih baik dengan gerak langkah nyata menuju transformasi politeknik sebagai penguatan kelembagaan menuju Polytechnic University.

Semoga !

 

Humas PPNP

Website Resmi PPID - PPNP © 2026 PPID.PPNP.AC.ID