Selamat Datang di Layanan Online PPID - PPNP
Website layanan Online PPID ini hadir merupakan salah satu wujud pelaksanaan keterbukaan informasi publik di Lingkungan Politeknik Pertanian Negeri Payakumubuh (PPNP) dan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat mengenai keterbukaan informasi publik maka Pemerintah mengeluarkan UU No. 14 Tahun 2008. Dalam UU ini dinyatakan bahwa hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi publik merupakan salah satu ciri penting negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik.Keterbukaan informasi publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan Badan Publik lainnya dan segala sesuatu yang berakibat pada kepentingan publik. Pengelolaan informasi publik merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan masyarakat informasi. Oleh karena itu, PPNP telah menunjuk PPID (Pejabat Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi) yang akan memberikan informasi mengenai Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Semoga keberadaan website PPID ini dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Transformasi PPNP, 4 Bakal Calon Direktur Paparkan Visi Misi Strategis

Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) menyelenggarakan kegiatan penyampaian visi-misi dan program kerja dari Bakal Calon (Balon) Direktur sebagai rangkaian tahapan penyelenggaraan pemilihan Direktur Periode tahun 2026-2030, empat orang bakal calon (balon) Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh memaparkan Visi Misi dan Program Kerja di depan anggota Senat, yang juga dihadiri oleh civitas akademika, bertempat di Ruang Sidang Coffea Kampus Hijau Tanjung Pati, Rabu (06/5). Ke empat balon Direktur tersebut adalah: Ir. Harmailis, M.Si;  Jamaluddin, S.Si, M.Si; Ir. Irwan. A, M. Si dan Sentot Wahono, S. P, M. Si.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi institusi untuk mengenal lebih jauh gagasan, arah kebijakan, strategi pengembangan institusi serta program kerja yang akan dijalankan oleh para kandidat.  Masing-masing bakal calon Direktur memaparkan strategi yang akan dijalankan empat tahun ke depan terutama dalam penguatan peran Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi yang unggul di bidang pertanian serta langkah strategi yang disiapkan dalam rangka menuju Polytechnic University, sebagaimana kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang ikut mendorong transformasi kelembagaan politeknik di Indonesia sebagai bagian dari agenda nasional dalam penguatan pendidikan vokasi yang berdaya saing global dan berbasis kebutuhan industri. Acara penyampaian visi misi ini dihadiri oleh dosen, tenaga kependidikan, perwakilan mahasiswa, serta unsur pimpinan kampus yang berlangsung dalam forum terbuka.

 

Dr. Rilma Novita, S.T.P. M.P sebagai Ketua Senat membuka secara resmi Rapat Terbuka Senat PPNP dalam rangka penyampaian visi–misi dan program kerja bakal calon Direktur.  Sri Nofianti, S.P, M.Si yang bertindak sebagai Sekretaris Senat saat dihubungi humas, menyatakan bahwa pemaparan visi misi dan program kerja balon merupakan rangkaian kegiatan pemilihan Direktur PPNP  untuk periode tahun 2026 – 2030, sebagai penerus Direktur saat ini Ir. John Nefri, M.Si yang akan berakhir masa jabatan 15 Agustus 2026 mendatang. Selanjutnya Rilma Novita juga menambahkan bahwa setelah kegiatan penyampaian visi misi dan program kerja, akan dilanjutkan dengan penyaringan 4 (empat) balon direktur menjadi 3 (tiga) calon yang akan dilakukan melalui Rapat Senat Tertutup pada siang sampai sore ini.

Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Ir. John Nefri, M.Si, saat diwawancarai menyampaikan bahwa visi misi dan program kerja yang disampaikan ke empat bakal calon, merupakan bahan pertimbangan bagi anggota senat dalam menentukan pilihannya. Visi – misi dan program kerja dan dijadikan sebagai kontrak sosial sekaligus janji bagi Sivitas Akademika Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh untuk membangun PPNP empat tahun ke depan. ”Ada hal yang sangat penting yang harus digali dari balon terutama tentang kebijakan menyangkut arah baru transformasi politeknik sebagai penguatan kelembagaan menuju Polytechnic University, ini penting untuk peningkatan pengakuan dan kesetaraan dengan universitas”, ujar John Nefri.

Lebih lanjut, John Nefri mengharapkan, direktur ke depan harus tetap fokus pada kurikulum yang lebih link and match dengan kebutuhan industri dan tantangan masa depan, persiapan re-akreditasi institusi yang segera kadaluarsa pada 25 April 2028, kemudian persiapan menuju PTN BLU (Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum) yang ditargetkan Kementerian pada tahun 2028, serta juga makin mempertajam aktivitas-aktifitas untuk penguatan riset terapan dan inovasi. ”Pemilihan Direktur PPNP merupakan pemilihan pimpinan seluruh warga kampus, siapapun, dari 4 (empat) bakal calon yang nantinya terpilih menjadi Direktur, haruslah menjadi pemimpin bagi semua pihak, bukan hanya untuk golongan tertentu.” tambah John Nefri, saat diwawancarai Tim Humas.

“Harapan warga kampus, semoga terpilih, yang terbaik bagi pengembangan PPNP,”

Semoga !

 

Humas PPNP

Updated: 06/05/2026 — 14:01
Website Resmi PPID - PPNP © 2020 PPID.PPNP.AC.ID