
Upaya memperkuat tata kelola dan tata niaga gambir di Kabupaten Lima Puluh Kota terus digenjot melalui riset kolaboratif. Bertempat di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP), Rabu (30/9/2026), digelar Focus Group Discussion (FGD) Tata Kelola dan Tata Niaga Gambir 50 Kota yang dibuka langsung oleh Bupati Lima Puluh Kota, H. Safni Sikumbang.
FGD ini merupakan rangkaian Riset Kolaborasi yang diampu Politeknik Negeri Padang (PNP) bersama PPNP dan Universitas Andalas, dengan Dr. Nurul Fauzi sebagai ketua peneliti. Kegiatan diikuti 25 peserta dari unsur penta helix, termasuk Bappelitbangda, Distanhorbun, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM, UPTD KPHL 50 Kota, Asosiasi Gambir 50 Kota, pengusaha gambir dan batik gambir, UMKM hilirisasi, peneliti, serta petani gambir.
Riset kolaborasi ini merupakan program Bestari Saintek, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan pendanaan dari LPDP. Tujuan utamanya adalah memastikan temuan-temuan riset yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Untuk mencapai itu, program ini mengusung model living lab, di mana kampus, industri, dan masyarakat duduk bersama dalam satu ekosistem kolaboratif guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada sains dan teknologi.
Dalam pemaparannya, Nurul Fauzi menegaskan riset ini tidak sekadar menghasilkan rekomendasi konsep dan kebijakan bagi pemerintah daerah. “Riset ini juga mencoba menjadi bagian problem solving yang memberikan dampak, terutama bagi petani selaku pihak yang sering dirugikan oleh adanya oligarki nakal,” ujarnya. Pendekatan yang dilakukan meliputi edukasi dan penumbuhan kesadaran mutu pada petani, serta penerapan teknologi tepat guna dalam memproduksi gambir bermutu.
Bupati dalam sambutannya menyoroti tiga pilar penting dalam mewujudkan tata kelola dan tata niaga gambir yang adil dan bernilai tambah, yaitu kepastian harga, regulasi, dan modal. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah dan provinsi saja tidak cukup, sehingga diperlukan intervensi pemerintah pusat. Saat ini, Kementerian Pertanian, PTPN IV, dan Danantara tengah melakukan feasibility study untuk industrialisasi dan tata niaga gambir 50 Kota.
Direktur PPNP, Ir. Irwan A., M.Si., menyatakan kesanggupan institusinya menjadi bagian penting pengembangan gambir 50 Kota. Melalui sumber daya seperti dosen yang telah melakukan banyak riset gambir, PPNP akan mendorong riset dan pengabdian masyarakat agar lebih berdampak bagi pemda, masyarakat, dan petani. Riset juga diharapkan dilakukan secara kolaboratif dengan perguruan tinggi atau lembaga riset lain agar dampaknya lebih nyata.
Bertindak selaku narasumber yaitu Sekretaris Bappelitbangda Lysa Angraeni, ST, M.Si., dan Kepala Distanhorbun 50 Kota Witra Porsepwandi, S.Pi., memberikan informasi penting terkait langkah yang sudah dilakukan pemda serta rencana ke depan dalam tata kelola, tata niaga, dan hilirisasi gambir. Kegiatan ditutup dengan harapan agar luaran riset ini sejalan dengan arah kebijakan pemda dan riset sebelumnya, sehingga berkontribusi bagi pengembangan gambir sebagai komoditas unggulan The Central of Agro Kabupaten Lima Puluh Kota.
Semoga !
Humas PPNP
