Month: May 2024

PNP, PPNP, DAN SEKOLAH VOKASI UNP BERSAMA PEMDA SUMBAR GELAR KONSULTASI DELPHI UNTUK PERKUAT EKOSISTEM KEMITRAAN

Padang, 20 Mei 2024 – Dalam upaya mempercepat penguatan ekosistem kemitraan di Sumatera Barat, Politeknik Negeri Padang (PNP), Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP), dan Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang telah berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Sumbar untuk menyelenggarakan Konsultasi Delphi. Kegiatan ini fokus pada Penyusunan Innovation Planning Berbasis Potensi Daerah, yang berlangsung di Hotel Truntum Padang dari tanggal 20 hingga 22 Mei 2024.

Konsultasi ini dihadiri oleh tiga pakar terkemuka: Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Provinsi Sumbar, Medi Iswandi ST., MM; Pakar Ekonomi dari Universitas Andalas, Prof. Dr. Elfindri SE., MA.; dan Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Sumbar, Hefinanur, SE., ME. Mereka diundang untuk merumuskan strategi inovasi yang akan mendukung dan memperkuat kemitraan regional.

Acara dibuka oleh Direktur PNP, Dr. Ir. Surfa Yondri, ST., SST., M.Kom, yang menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan vokasi untuk mengatasi tantangan ketenagakerjaan serta perkembangan ekonomi lokal dan global. “Kami berharap kegiatan ini menghasilkan rencana aksi yang efektif untuk mempercepat penguatan ekosistem kemitraan di wilayah kami,” ujar Surfa Yondri.

Dr. Nurul Fauzi, SE., MM., Ak., CA, Ketua Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi Sumbar, mengatakan bahwa konsultasi Delphi ini adalah kelanjutan dari inisiatif sebelumnya yang juga melibatkan para pakar untuk mengevaluasi peluang dan tantangan ekonomi serta ketenagakerjaan di Sumbar. “Kegiatan ini diharapkan dapat merumuskan fokus pada potensi unggulan Sumbar yang akan mendukung pembangunan berkelanjutan,” tambah Nurul.

Selama konsultasi, para pakar mempresentasikan potensi makro Sumbar dan mengidentifikasi tiga sektor unggulan yang bisa dijadikan pilar utama perekonomian daerah: pertanian, pariwisata, dan industri kreatif. Mereka juga membahas solusi untuk mengatasi kendala yang ada, termasuk manajemen hulu hilir, pembekalan keterampilan merintis dan mengembangkan usaha bagi mahasiswa vokasi, serta pemasaran kreatif.

Diskusi teknis yang diadakan sebagai tindak lanjut dari presentasi para pakar ini bertujuan untuk memvalidasi dan merumuskan rencana inovasi yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memajukan ekonomi dan ketenagakerjaan di Sumatera Barat melalui kolaborasi yang erat antara Pemda, institusi pendidikan, dan para pemangku kepentingan lainnya.

 

Sumber : https://www.vokasindo.com/2024/05/pnp-ppnp-dan-sekolah-vokasi-unp-bersama.html

 

Tim Humas PPNP

“AKSI KEMANUSIAN, ORMAWA DAN MAHASISWA PMM POLITANI PAYAKUMBUH IKUT JADI RELAWAN BENCANA GALODO”

Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) atau juga dikenal juga dengan Politani Payakumbuh, ikut mengirimkan tim relawan tanggap bencana banjir bandang, atau “galodo” yang melanda Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat pada Sabtu (11/5/2024).  Pengiriman tim relawan merupakan bentuk kepedulian Civitas Akademika dan Keluarga Besar Kampus Politani Payakumbuh terhadap bencana yang menimpa Sumatera Barat.

Direktur Politani Payakumbuh, Ir. John Nefri, M.Si, saat pelepasan tim relawan menyampaikan bahwa kepedulian ini merupakan tanggung jawab perguruan tinggi (Politani Payakumbuh) dan merupakan salah satu dari tugas utama Tri Dharma Perguruan tinggi (pengabdian kepada masyarakat) serta merupakan aksi nyata untuk berkontribusi dalam membantu masyarakat, bangsa dan negara khususnya kepada masyarakat di daerah yang tertimpa bencana. “Politani Payakumbuh mengirimkan 2 Tim relawan yang terdiri dari perwakilan organisasi kemahasiswaan (ormawa kampus) berjumlah 30 mahasiswa mahasiswa, dan juga  melibatkan relawan dari unsur mahasiswa yang tergabung dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) sebanyak lebih kurang 50 orang mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus perguruan tinggi di Indonesia yang sedang mengikuti program PMM di Kampus Politani Payakumbuh”, ujar John Nefri saat pelepasan tim relawan Politani (Kamis, 16/05/2024). “Kami berharap bantuan yang kami berikan dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak,” sebut Direktur Politani.

Misi kemanusian ini dijalankan mulai tanggal 16 sampai dengan 18 Mei 2024. Tim ikut  membantu memperkuat relawan kemanusiaan di Galuang Kec. Sungai Pua, Kab. Agam Sumatera Barat. Jorong Galuang Kec. Sungai Pua merupakan salah satu wilayah yang terparah di kabupaten Agam akibat dampak banjir bandang yang terjadi pada hari Sabtu (11/05/2024) yang dipicu banjir lahar dingin dari material erupsi gunung Marapi. Untuk mengkoordinir, Tim relawan didampingi oleh pembimbing UKM KSR PMI Unit Politani Dr. Hendra Alfi dan beberapa orang Dosen Pendamping Program PMM Politani.

Tim relawan akan bertugas memperkuat tim tanggap bencana daerah di Kab. Agam yang bertugas membantu tim pembersihkan tempat ibadah, rumah warga yang terdampak banjir bandang dari material banjir, tim  asessmen detail, tim manajemen gudang logistik, tim Relief logistik, tim Water dan Sanitasi (Watsan), tim Search- rescue, serta tim Posko, Disamping itu tim juga ikut membagikan dan menyerahkan bantuan yang dikumpulkan dari sumbangan warga kampus berupa bahan makanan yang terdiri dari : beras, telur, air mineral. Bersamaan juga diserahkan kasur, pakaian layak pakai dan tandon air.

Politani Payakumbuh selalu berkomitmen untuk selalu hadir ditengah masyarakat terdampak bencana.

 

Tim Humas PPNP

DIREKTUR POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH MELEPAS TIM RELAWAN TANGGAP BENCANA BANJIR BANDANG SUMBAR

Kamis, 16 Mei 2024.  Bertempat di depan Direkturat Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Direktur Politani Payakumbuh Ir. John Nefri, M.Si, didampingi Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Sentot Wahono, S.P., M.Si serta Pembimbing UKM KSR PMI Unit Politani Dr. Hendra Alfi, S.P., M.P. melepas Tim Relawan Tanggap Bencana Banjir Bandang Sumbar. Tim Relawan tersebut berjumlah 30 orang yang terdiri dari perwakilan organisasi kemahasiswaan yang ada di kampus Politani Payakumbuh. Tim akan membantu memperkuat relawan kemanusiaan di Galuang Kec. Sungai Pua, Kab. Agam Sumatera Barat. Jorong Galuang Kec. Sungai Pua merupakan salah satu wilayah yang terparah di kabupaten Agam akibat dampak banjir bandang yang terjadi pada beberapa hari yang lalu (11 Mei 2024) yang dipicu banjir lahar dingin dari material erupsi gunung Marapi. Tim dipimpin oleh Dr. Hendra Alfi direncanakan akan menjalankan misi kemanusiaan tahap I dari tanggal 16-18 Mei 2024.

Direncanakan tim ke II juga akan diturunkan pada hari Sabtu, 18 Mei 2024 dengan melibatkan anggota relawan dari unsur mahasiswa yang tergabung dalam Program Mahasiswa Merdeka  sejumllah lebih kurang 50 orang mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus perguruan tinggi di Indonesia yang melaksanakan program PMM di Kampus Politani Payakumbuh.

Penurunan tim relawan tanggap bencana ini merupakan bentuk kepedulian Civitas Akademika dan Keluarga Besar Kampus Politani Payakumbuh terhadap bencana yang ada di Sumatera Barat. Kegiatan aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh para relawan kemanusiaan Kampus Politani sudah dilaksanakan sejak erupsi gunung Marapi pada pertengahan Desember tahun 2023 yang lalu hingga saat ini. Adapun kegiatan yang telah dilakukan dsejak erupsi Gunung Marapi adalah turut membantu operasi evakuasi korban gunung Marapi serta pelayanan ambulance jenazah korban erupsi gunung Marapi dari Rumah Sakit RSAM BKT ke rumah duka.

Pada bencana banjir bandang ini tim relawan akan bertugas memperkuar tim tanggap bencana daerah di Kab. Agam. Tim akan diterjunkan untuk membantu tim pembersihkan rumah warga dari material banjir,tim  asessmen detail, tim manajemen gudang logistik, tim Relief logistik, tim Water dan Sanitasi (Watsan), tim Search- rescue, serta tim Posko.

Pada kesempatan tersebut Direktur memberikan arahan dan  amanat kepada para relawan untuk bekerja dengan baik agar dapat memberikan kontribusi yang positif kepada masyarakat daerah terdampak bencana, tetap menjaga kewaspadaan di saat bertugas, serta senantiasa berkoordinasi dengan Posko bencana daerah agar kegiatan yang dilaksanakan dapat lebih fokus, terarah dan maksimal. Di samping itu Direktur juga menyampaikan bahwa kepedulian ini juga merupakan tanggung jawab perguruan tinggi (Politani Payakumbuh) dan merupakan salah satu dari tugas utama Tri Dharma Perguruan tinggi (Pengabdian kepada masyarakat) serta merupakan aksi nyata untuk berkontribusi dalam membantu masyarakat, bangsa dan Negara khususnya kepada masyarakat di daerah yang tertimpa bencana.

 

Tim Humas PPNP

PERINGATAN HARDIKNAS, POLITANI PAYAKUMBUH DAN BAZNAS LIMAPULUH KOTA SERAHKAN BANTUAN BEASISWA

Mengambil moment peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Kamis (02/05/2024) Baznas Kabupaten Limapuluh Kota (Liko) menyerahkan bantuan beasiswa kepada 60 orang mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) atau dikenal juga dengan sebutan Politani Payakumbuh. Kegiatan ini berlangsung di Kampus PPNP Tanjung Pati. Penyerahan beasiswa tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Baszas Liko Yulius ke Direktur Politani John Nefri. Ini merupakan salah bentuk kerjasama dan kolaborasi Politani Payakumbuh dengan Basnas Liko. Dimana beasiswa itu adalah murni dari zakat yang distorkan pihak Politani Payakumbuh kepada Baznas Liko.  Distribusi zakat  kepada mahasiswa Poltani Pertanian Payakumbuh itu, masing-masig mahasiswa menerima Rp. 1.000.000 (1 juta).

Direktur Politani Payakumbuh, Jhon Nefri dihadapan sebagian civitas akademika dan pimpinan Baznas Liko mengakui, zakat yang distorkan ke Baznas itu baru sebatas dari laba Koperasi Pegawai Politani. “Kami akui, zakat yang kami storkan baru sebatas dari laba koperasi dan belum dari zakat pegawai secara keseluruhan. Namun kami patut acungkan jempol kepada Baznas Lima Puluh Kota, walau belum menerima zakat pegawai secara keseluruhan, zakat yang dari Koperasi sudah didistribusikan seluruhnya kembali kepada kami, bahkan jumlahnya melebih yang kami serahkan sebelumnya. Kami ucapkan terimakash,” kata Jhon Nefri.

Lebih lanjut John Nefri, menyampaikan bahwa kedepannya Politani Payakumbuh berkomitmen untuk lebih meningkatkan peranserta warganya dalam hal penyaluran zakat ataupun dalam bentuk infak dan sedaqah. Karena selama ini kegiatan pengumpulan zaklat, infak, dan sedaqah tersebut sudah dilaksanakan oleh Politani Payakumbuh, yang dikelola oleh pengurus masjid Nurul Fallah Politani Payakumbuh. “Kita akan berkoordinasi dengan Basnaz, sehingga dana yang dititipkan oleh penyetor sampai dan diterima dengan baik oleh yang berhak, dan memenuhi unsur aman secara regulasi atau mematuhi rambu-rambu peraturan hukum & perundangan  dan aman secara syar’a atau selaras dengan hukum Islam (Alquran dan Sunnah)”  ujar John Nefri.

Ketua Baznas Liko, Yulius juga selalu menghimbau pihak Politani dan semua pihak yang memiliki kewajiban berzakat, agar dapat menyalukan kepada Baznas. “Kita akan tetap prioritaskan zakat yang dibayarkan  melalui Baznas, dapat kita salurkan sesuai dengan permintaan muzaki (red.penyetor zakat). Ini yang dalam Islam disebut  mukayyat, apa yang masuk, kita salurkan kembali melalui rekomendasi yang bersangkutan,”kata Yulius.

Menurut Yulius, sebagai lembaga Pemerintah Non Struktural, yang mendapat amanah mengelola dana masyarakat , Baznas Lima Puluh Kota harus menjadi tauladan dalam mengemban visi sebagai pengelola ZIS terbaik dan terpercanya, sehingga muzaki (penyetor zakat) merasa aman dan nyaman dengan tersalurkan zakatnya kepada penerima yang tepat.

 

Tim Humas PPNP

PERESMIAN INSTALASI PEMBIBITAN KALIANDRA MERAH (CALLIANDRA CALOTHYRSUS) KERJASAMA POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH (PPNP) DENGAN PT SEMEN PADANG

Direktur Utama PT Semen Padang Indrieffouny Indra bersama Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) Ir. John Nefri, M.Si, melakukan kegiatan peresmian Instalasi Pembibitan Kaliandra Unit K.1 yang berlokasi pada Lahan Praktik kampus Politani Payakumbuh (PPNP) Tanjung Pati Kab. Lima Puluh Kota, Selasa (22/04/2024). Pembangunan Instalasi Pembibitan Kaliandra Merah merupakan wujud implementasi kerjasama Politani Payakumbuh dengan PT Semen Padang dalam pengembangan Kaliandra Merah sebagai sumber bahan bakar biomassa (biofuel) bagi dunia industri.

Untuk memproduksi bibit Kaliandra Merah Politani Payakumbuh memiliki 3 unit instalasi pembibitan, masing.masing Unit, K.1 di kampus Tanjung Pati, Kecamatan Harau, Unit K.2 dan K.3 di Kampus II PPNP Kenagarian Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban. Dijelaskan oleh Auzia Asman, S.P., M.P, selaku Ketua Program Pengembangan Kaliandra Merah Politani Payakumbuh, kapasitas total ketiga instalasi pembibitan Kaliandra Merah tersebut mencapai 330.00 batang bibit. Instalasi pembibitan Unit K.1 dan K.2 dibangun melalui bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Padang, sedangkan Unit K.3 dibangun melalui program Direktorat Pendidikan Vokasi (DIKSI) dalam bentuk kegiatan Matching Fund Vokasi (MFV) Tahun Anggaran 2023 dalam flatfom Kedai reka.

Semen Padang sebagai salah satu industri pengguna batu bara terbesar di Sumatera Barat, berkomitmen dan tengah bergerak secara masif melakukan konversi energi, dari menggunakan bahan bakar fosil (batu bara) ke sumber bahan bakar energi baru terbarukan (EBT). Sumber EBT tersebut adalah dari biomassa Kaliandra Merah (Calliandra calothyrsus). Dalam pengembangan EBT Kaliandra Merah, PT. Semen Padang menggandeng Politani Payakumbuh sebagai produsen bibit dan pengembang Kaliandra Merah dengan berbagai kegiatan riset terapan (applied research) dan pembedayaan masyarakat (community empowerment). Dalam kerjasama tersebut,masyarakat dilibatkan sebagai afiliasi produksi bibit dan budidaya Kaliandra Merah penghasil kayu bakar EBT. Program kerjasama pengembangan Kaliandra Merah ini disatukan dalam sebuah platform kegiatan Calliandra Development Project (CDP), lanjut Auzia.

Saat peresmian, Direktur Politani Payakumbuh Ir. John Nefri menyatakan bahwa Politani Payakumbuh sebagai Perguruan Tinggi Vokasi bidang Pertanian sangat mendukung program pengembangan Kaliandra Merah sebagai sumber bahan bakar biomassa (biofuel) bagi dunia industri. “Politani juga sudah menyediakan lahan sebagai lokasi pembibitan di lahan kampus Politani Tanjung Pati dan Kampus II Kenagarian Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban” ujar John Nefri.  Kita akan mengajak staf pengajar/dosen untuk melakukan penelitian lanjutan tentang tanaman Kaliandra Merah (Calliandra calothyrsus) sehingga didapatkan inovasi ataupun temuan-temuan baru tentang Kaliandra, ucap John Nefri.

Diakhir sambuatannya Direktur Politani Periode 2022 – 2026 ini menyampaikan bahwa penggunaan Kalinadra sebagai salah satu sumber bahan bakar energi baru terbarukan (EBT) juga sejalan dengan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang selalu aktif dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim dengan mengedepankan keunggulan riset dan inovasi perguruan tinggi untuk dapat memberikan solusi terhadap dinamika permasalahan terkait perubahan iklim yang dihadapi oleh masyarakat. Lebih lanjut John Nefri menyampaikan bahwa salah satu program yang juga sedang disiapkan oleh Politani Payakumbuh yaitu menyiapkan proposal Program Antisipasi Perubahan Iklim Sarana Prasarana Pendidikan yang berkelanjutan yang ramah lingkungan dan menciptakan ketahanan terhadap perubahan iklim (API Sarpras PTV). “Semoga proposal kita lolos dan disetujui oleh  Kemendikbudristek”, harap John Nefri.

 

 

Tim Humas PPNP

MASJID NURUL FALLAH PPNP BERIKAN SANTUNAN KEPADA ANAK YATIM

Pemberian satunan anak yatim merupakan salah satu kegiatan Masjid Nurul Fallah Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (Politani) ketika bulan suci Ramadhan. Ini bentuk kegiatan rutin setiap tahunnya sebagai bentuk perhatian dan kepedulian warga Politani bagi masyarakat yang berasal dari lingkungan di sekitar kampus.

Budi Febriandi sebagai perwakilan pengurus Masjid Nurul Fallah menyatakan bahwa kegiatan ini sebagai bukti kepedulian warga Politani terhadap masyarakat dan juga sarana silaturahim dengan masyarakat sekitarnya, sehingga kehadiran kampus dirasakan oleh warga. Penerima bantuan ini tersebar di Jorong Tigo Alua – Kenagarian Batu Balang, Jorong Pulutan – Kenagarian Koto Tuo dan Jorong Kandang Lamo–Kenagarian Sarilmak.

Santunan yang diberikan kepada 35 orang anak yatim berupa uang tunai dengan total nilai per anak Rp. 500.000,. diharapkan satunan tersebut dapat memberikan sedikit kebahagiaan kepada anak-anak yang telah kehilangan orang tua. Acara ini bertujuan untuk menjalin kasih sayang, memupuk nilai-nilai kemanusiaan serta meringankan beban masyarakat. Untuk lebih meningkatkan jalinan silaturahim dengan masyarakat sekitarnya, maka penyerahan santunan ini diberikan secara langsung oleh pengurus dengan mendatangi anak yatim dengan berkoordinasi Wali Jorong masing-masing daerah, tambah Budi Febriandi.

Ketua Pengurus Masjid Nurul Fallah Prof. Edi Syafri, S.T, M.Si, yang dihubungi terpisah, menyatakan bahwa untuk penyaluran santunan anak yatim maupun kegiatan lain seperti pemberian zakat, bantuan UKT/SPP bagi mahasiswa yang terkendala, merupakan program rutin yang akan terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang. Santunan ini melibatkan partisipasi dari warga kampus yang telah menyisihkan sebagian rezeki untuk digunakan dalam kegiatan ini.

“Mudah-mudahan tahun depan jumlah anak yatim dan mahasiswa penerima bantuan UKT semakin banyak,” ujarnya.

Pengurus Masjid Nurul Fallah mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan rezkinya dan berkontribusi dalam kegiatan ini, dan terima kasih untuk Pimpinan Politani serta seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini. Semoga bermanfaat dan membawa berkah.

 

Tim Humas PPNP

PERPUSTAKAAN POLITANI PAYAKUMBUH SEMAKIN MAJU, RAIH PREDIKAT B UNTUK AKREDITASI PERPUSTAKAAN

Selamat dan sukses buat Perpustakaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, atas raihan Predikat B untuk Akreditasi Perpustakaan Tahun 2023. Penyerahan sertifikat Akreditasi Perpustakaan tersebut diserahakan langsung oleh  Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) E. Aminudin Aziz kepada Direktur Ir. John Nefri, M.Si di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta (Senin 25/3/2024).

Akreditasi perpustakaan adalah rangkaian kegiatan proses pengakuan formal yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional untuk menetapkan bahwa suatu perpustakaan telah memenuhi standar nasional perpustakaan. Akreditasi perpustakaan juga merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, di mana penyelenggaraan perpustakaan dilakukan sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan.

Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh saat diminta tanggapannya, menyampaikan ucapan syukur atas raihan Akreditasi perpustakaan, ” Kita sangat bersyukur dan apresiasi, ini bukti dan berkat kerja keras dan perjuangan kita selama ini” ujar John Nefri. Lebih lanjut Direktur menyatakan bahwa dari 277 perpustakaan di bawah lingkup kerja Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, baru 75 perpustakaan yang sudah terakreditasi, salah satunya Perpustakaan Politani Negeri Payakumbuh.

Semoga dengan raihan sertifikat akreditas ini, layanan perpustakaan Politani semakin meningkat dan maju.

 

Tim Humas PPNP

PETANI DI HALABAN PRODUKSI MINUMAN BIONAS BERSAMA TIM MATCHING FUND POLITANI PAYAKUMBUH

Tim Matching Fund Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh bekerja sama dengan Mitra kelompok Lolo Makmur Nagari Halaban kembangkan dan produksi minuman Bionas.

Kegiatan ini didanai oleh Dirjen Pendidikan Vokasi Kemdikbudristek tahun 2023, dimana Tim MF (Matching Fund) ini beranggotakan Ibu Ir. Mutia Elida, M.Si., Sri Aulia Novita, STP.MP, Olivia Darlis S.Si., MP, Yefsi Malrianti, S.TP.,M.TP dan Bapak Alfikri, SPt, M.Si.

Program ini sendiri juga melibatkan 2 (Dua) orang mahasiswa yang menjalankan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dan 10 (sepuluh) orang mahasiswa yang ikut program Project Base Learning (PBL) pada Program Studi Teknologi Pangan.

PIC kegiatan Ir. Mutia Elida, M.Si, mengatakan kegiatan program pengabdian kepada masyarakat melalui MF (Matching Fund) ini merupakan dampak terhadap peranan Institusi Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh terhadap lahirnya start-up agropreneur dengan brand lokal.

“Bahan baku utama yang digunakan adalah nanas Halaban yang banyak ditanam di Jorong Ateh Laban dan Kelompok Lolo Makmur,” katanya.

Tokoh masyarakat sekaligus petani nanas Ir Nasirwan menjelaskan bahwa budidaya nanas mulai digalakkan kembali atau istilahnya mambangkik batang tarandam, dimana nanas Halaban ini pada zaman penjajahan dan saat berkembangnya perkebunan teh di nagari Halaban banyak dibudidayakan.

“Budidaya juga berkembang pesat dengan puncak pada tahun 1995, nanas Halaban dapat ditemui diseluruh pasar-pasar di Sumatera Barat dan produksi yang tinggi akhirnya tidak dapat diserap oleh pasar sehingga harga anjlok, petani merugi dan mulai beralih dan menyisip serta menaman tanaman perkebunan seperti karet, kayu manis, durian dan kakao,” ujarnya.

Untuk antisipasi hal pada tahun 2022 melalui Dinas Pertanian Kabupaten Limapuluh Kota dan Provinsi Sumatera Barat maka diusulkanlah pendirian Bangsal Pascapanen dan Pengolahan nanas.

Produk unggulan yang dikembangkan adalah Minuman Bionas yaitu minuman probiotik yang bermanfaat untuk kesehatan khususnya yang berhubungan dengan saluran cerna yang dibuat melalui proses fermentasi sari buah nanas dengan menggunakan starter probiotik MI3 (Lactobacillus paracasei ssp paracasei).

Starter ini berasal dari dadih local Halaban yang sudah diisolasi dan melalui serangkaian uji labor yang terkait dengan karakterisasinya sebagai bakteri probiotik dan Fermentasi dilakukan selama lebih kurang 15-17 jam dalam kondisi anaerob fakultatif yang selanjutnya dilakukan homogenisasi dengan melakukan penambahan larutan gula dan air serta dilakukan pengemasan.

“Untuk sekarang ini sudah tersedia kemasan botol PET 80 ml dan kemasan plastic HDPE 80 ml, dimana Proses dilakukan secara aseptic pada lingkungan yang terkendali, sehingga jumlah bakteri hidup yang terdapat pada minuman bionas ini berkisar 108 – 1012 sel, sudah memenuhi standar minuman probiotik yang bermanfaat untuk kesehatan menurut FAO dan WHO sebanyak 108–1011 CFU (colony-forming units).

Diketahui bahwa zatu botol minuman bionas mengandung energi sebesar 52,65 K.kal, lemak total 0,03 g atau 0,06%, protein 0,31 g atau 0,42%, dan karbohidrat 13,32 g atau 4,44%.

Minuman Bionas mengandung vitamin C dan B dan A, mineral yaitu Fosfor dan Mangan yang dapat memperkuat tulang sehingga cocok untuk anak dengan aktivitas olahraga yang intens.

Kandungan polifenol dan flavonoid pada sari buah nanas juga berfungsi sebagai antioksidan, dan dapat meningkatkan immune tubuh.

Bakteri probiotik yang ditambahkan adalah bakteri baik yang bermanfaat untuk kesehatan terutama pencernaan seperti mencegah diare, konstipasi, flatulensi, syndrome iritasi usus besar, dan meningkatkan nafsu makan.

Peningkatan nafsu makan anak tentu beririsan dengan penanggulangan stunting.

Edukasi yang memberikan tambahan pengetahuan dan pengenalan produk dengan brand lokal serta manfaat yang diperoleh setelah mengkonsumsi produk Bionas ini telah dirasakan oleh anak-anak dan masyarakat.

Setelah pengenalan produk ini, Masyarakat sudah bisa mendapatkan minuman ini dengan cara menghubungi pihak Lolo Makmur (Ibu Haltis Tanti) atau datang langsung ke lokasi usaha di Bangsal Pasca Panen nanas di daerah Tembok (Jalan Lintas Payakumbuh-Lintau) sebelum kantor W alinagari Halaban.

 

Sumber : https://www.sudutpayakumbuh.com/petani-di-halaban-produksi-minuman-bionas-bersama-tim-matching-fund-politani-payakumbuh/

 

Tim Humas PPNP

TIM MATCHING FUND POLITANI PAYAKUMBUH KEMBANGKAN BIONAS HEALTY DRINK DI HALABAN

Nagari Halaban merupakan salah satu penghasil buah nenas yang berada di Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat. Asal usul nenas Halaban adalah derivatives nanas yang berasal dari Filipina yang dibawa oleh kolonial Belanda dari daerah Bogor ke kebun teh Halaban.

Para pekerja kebun teh jorong Ateh Laban membawa mahkota nenas ke kebun pribadi untuk ditanam dan akhirnya tanaman berkembang ditengan masyarakat hingga sekarang ini. Varietas ini dikembangkan secara selektif melaluipemuliaan dan perbanyakan tanaman nanas sesuai SOP budidaya nanas. Keunikan nenas

Halaban terletak pada warna kulitnya yang berbeda dari nanas biasa. Kulitnya merah atau oranye cerah, yang membuatnya lebih menarik secara visual dibandingkan dengan nanas biasa yang kulitnya berwarna kuning-hijau.

Nenas Halaban memiliki rasa yang manis dan segar, seperti varietas nanas lainnya. Karena warna kulitnya yang mencolok dan rasa yang enak, nenas Halaban menjadi populer sebagai buah segar, dalam hidangan penutup, atau sebagai campuran dalam berbagai hidangan dan minuman tropis.

Kelompok Tani Lolo Makmur yang berada di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Nagari Halaban menghasilkan komoditi buah nanas dengan luas lahan tanam lebih kurang 8 Ha.

Kelompok Tani Lolo Makmur berdiri pada 26 maret 2018. Kelompok ini berlokasi di Jorong Lompek Nagari Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota yang bergerak dibidang pertanian dengan unit usaha padi sawah, durian, nenas, kakao. karet, saprodi pupuk, penangkar benih, budidaya ikan, pengolah hasil ikan.

Setiap anggota mempunyai lahan yang menghasilkan komoditi pertanian dan perikanan, kelompok ini dibentuk untuk meningkatkan produktifitas lahan pertanian anggota, mendapatkan pendampingan program dari pemeritah maupun swasta.

Jumlah anggota kelompok tani lolo makmur yaitu 23 orang. Kelompok Tani Lolo Makmur diketuai oleh Haltis Tanti yang sekaligus menjadi CEO pada usaha minuman probiotik bionas. Kelompok Tani Lolo Makmur berhasil mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian pada tahun 2022 berupa lata pascapanen, ruang pengolahan beserta peralatan mesin produksi buah nanas atau disebut sebagai bangsal pascapanen lolo makmur.

Selain itu, Kelompok Tani Lolo Makmur juga terlibat sebagai mitra pada program Matching Fund Vokasi (MFV) Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh 2023 dengan ketua tim Mutia Elida (Dosen Teknologi Pangan), dan beberapa anggota yaitu Sri Aulia Novita (Dosen Teknologi Mekanisasi Pertanian, Olivia Darwis (Dosen Prodi Budidaya Tanaman Hortikultura), Alfikri (Pengelolaan Agribisnis) dan Yefsi Malrianti (Prodi Teknologi Mekanisasi Pertanian, serta melibatkan 12 orang mahasiswa dari berbagai program studi.

Selama ini buah nanas belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok tani Lolo Makmur, biasanya hanya menjual nanas kepada pedagang dengan harga yang murah yaitu Rp5.000,- per kg, padahal kalau dijual ke konsumen akhir bisa Rp10.000,- per kg.

Jika diolah menjadi produk makanan dan minuman maka harganya bisa lebih tinggi, sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat nagari. Buah nanas termasuk buah yang mudah rusak, tidak tahan lama serta mempunyai daya beli yang rendah.

Dari permasalahan inilah, melalui program MFV, kampus andil dalam program pengabdian masyarakat di Kelompok Tani Lolo Makmur dengan fokus kegiatan yaitu Optimalisasi Bangsal Pascapanen Nanas Lolo Makmur melalui Produksi Bionas menggunakan biokapsul Probiotik Ml3 Terenkapsulasi.

Kegiatan ini berlangsung sejak Agustus hingga Desember. Selain pendampingan produksi, mitra juga di damping dalam proses promosi melalui sosialisasi ke setiap jorong yang ada di halaban, promosi dan pengenalan produk ke kantor dinas pemerintahan di lingkungan PEMDA Kab. Limapuluh Kota, Kota Payakumbuh, pusat-pusat keramaian dan Olahraga seperti Ngalau Payakumbuh, bahkan sampai ke Kota Bukittinggi yaitu Plataran Jam Gadang Bukittinggi.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan produk baru berupa start-up anak nagari berbasis produk local. Rangkaian kegiatannlain adalah pameran dan bazar produk, pendampingan digital marketing hingga pengurusan izin edar produk.

Mutia Elida selaku ketua tim MFV Bionas Politani menyampaikan “hingga saat ini, kelompok tani sudah bisa memproduksi minuman probiotik Bionas secara mandiri, namun untuk penyediaan biang atau starter probiotik MI3 (Lactobacillus paracasei ssp paracasei) tetap di suplay dari labor Politani Payakumbuh untuk menjamin mutu dan kualitas starter, sedangkan pemeliharaan dan perbanyakan bisa dilakukan di mitra.

Secara produksi, pengemasan dan pemasaran, kelompok sudah bisa melakukan secara mandiri. Kami juga aktif jika ada kegiatan ekspo dari dinas terkait, seperti bulan lalu, kami terlibat dalam kegiatan ekspo di kantor pajak Pratama Payakumbuh”.

Kelompok Tani Lolo Makmur sangat terbantu dengan adanya kegiatan MFV ini. Tanti selaku ketua kelompok menuturkan “kami sangat berterimakasih kepada Tim MF dan Politani.

Dengan adanya kegiatan ini kami bisa berkontribusi dalam mencegah stunting pada balita yang ada di nagari ini. Kami memberikan minuman kepada para balita yang datang ke posyandu secara gratis saat promosi. Kami akan terus kerja sama dengan posyandu dalam penyediaan minuman probiotik bionas ini. Selain itu kami juga dilibatkan dalam kegiatan workshop digital marketing, pelatihan P-IRT dan kegiatan lainnya yang menunjang keterampilan kami dalam mengelola kelompok dan UMKM ini.

Semoga minuman ini bisa kami produksi secara kontiniu dan menjangkau pasar yang lebih luas”. Produk bionas ini telah terenkapsulasi, yaitu suatu proses untuk coating mikroba dengan penggunaan bahan tertentu sebagai kapsulan yang dapat melindungi mikroba dari pengaruh lingkungan yang tidak menguntungkan sehingga viabilitas mikroba tetap terjaga.

Minuman minuman ini dibuat melalui proses fermentasi sari buah nanas menggunakan bakteri starter atau biang berupa bakteri asam laktat tekarakterisasi bakteri yang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan dan meningkatkan immune, meningkatkan nafsu makan dan mencegah diare baik dikonsumsi oleh anak-anak sampai orang tua.

Dengan rasa dan aroma asam dari nanas dengan sensasi menyegarkan, serta mengandung energi yang tinggi baik untuk diet karbo. Ingin sehat, ingat Bionas

Startup technopreneur dengan brand lokal diharapkan memberikan manfaat pada masyarakat agar dapat mengkonsumsi minuman sehat pribiotik bionas dari buah nanas segar, dapat mengatasi permasalahan dari resiko kerusakan pasca panen nanas, meningkatkan nilai ekonomis buah nanas melalui teknologi produksi minuman probiotik (bionas), peningkatan pendapatan melalui usaha startup healthy food melalui mobile marketing, peningkatan keterampilan mitra dalam pengolahan buah nanas, pemasaran online, dan kelembagaan serta networking.

 

Sumber : https://www.sudutpayakumbuh.com/tim-matching-fund-politani-payakumbuh-kembangkan-bionas-healty-drink-di-halaban/

 

Tim Humas PPNP

KOLABORASI, POLITANI PAYAKUMBUH LATIH PENGELOLAAN HOMESTAY

Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Payakumbuh  berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Padang (PNP) menggelar pelatihan pengelolaan homestay. Tim pelaksana terdiri dari dosen multidisiplin ilmu yaitu,  Dr Iis Ismawati SHut MSi ketua, Dr Nurul Fauzi SE MM Ak CA, Ranti Komala Dewi SS MPar MGATH, Ir Ermiati MSi dan Andrik Martha SP MP anggota.

Program Matching Fund ini dilakukan di salah satu Rumah Gadang  warga, dan dibuka Wali Nagari Taram Nanang Anwar, baru-baru ini. “Salah satu komponen wisata yang perlu dikembangkan untuk mendukung destinasi wisata adalah keberadaan homestay untuk memenuhi kebutuhan wisatawan.

Selain itu, homestay juga bagian yang tidak bisa dipisahkan dari desa wisata, homestay menjadi amenitas pariwisata yang memadukan penginapan dan pengalaman maupun budaya lokal yang otentik sebagai atraksinya,” ujar Nanang.

Dengan berkembangnya homestay Rumah Gadang di Nagari Taram, tambah dia, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal, serta meningkatkan jati diri maupun identitas budaya lokal melalui konsep arsitektur pada bangunan Rumah Gadang yang dimanfaatkan sebagai homestay.

Lebih lanjut Nanang berpesan, untuk terus meningkatkan sinergi antar stakeholder pariwisata di Nagari Taram dengan menerapkan model pentahelix melibatkan  pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas dan media. Di mana, kerja sama pentahelix menumbuhkan kreativitas dan membantu pengembangan sosial ekonomi daerah berdasarkan kearifan lokal.

Dr Iis Ismawati menambahkan, pelatihan Homestay Rumah Gadang ini bagian dari upaya meningkatkan length of stay wisatawan di Nagari Taram. Konsep yang diusung adalah pelestarian keotentikan budaya lokal yang dimiliki nagari.

Pihaknya tidak ingin dengan bertumbuhnya sector pariwisata di Taram diikuti oleh menjamurnya pembangunan homestay tak terkontrol yang  justru mengurangi orisinalitas dan kekhasan sebuah desa wisata.

“Hasil survei tim pelaksana kita di lapangan, terungkap bahwa di Taram ini masih banyak rumah gadang yang kosong dan ditinggalkan merantau pemiliknya. Potensi inilah yang kita berdayakan, harapannya selain masyarakat mendapat tambahan pendapatan juga yang lebih penting adalah terpeliharanya aset budaya nagari berupa rumah gadang tersebut,” imbuh Iis.

Acara ini menghadirkan narasumber Rici Candra Dt Pangulu Sati ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sekaligus pengelola Homestay Rumah Gadang Nagari Saribu Gonjong (Sarugo) Kecamatan Gunuangomeh yang sudah mendapatkan penghargaan sebagai juara 4 kategori homestay pada ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Kemeparekreaf RI tahun 2021.

Hadir sebagai peserta dari perwakilan Pokdarwis, pemilik Rumah Gadang Taram, dan pemerintahan nagari Taram. Selain mendapatkan materi dan berdiskusi, para peserta juga langsung praktik demontrasi seperti bagaimana cara dan langkah-langkah menerima tamu bagian dari  penerapan SOP Homestay Rumah Gadang.

Dalam kesempatan tersebut juga disepakati, aturan-aturan adat nagari yang menjadi bagian dari penyusunan SOP. Luaran pelatihan berupa dokumen standar operasional prosedur pengelolaan Homestay Rumah Gadang Nagari Taram. Dokumen ini penting, agar pengelola homestay memiliki acuan yang sama dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.

“Ucapan terima kasih kepada Direktorat Akademik Perguruan Tinggi Vokasi Kemdikbudristek yang telah mendanai kegiatan ini sesuai dengan Kontrak PKS No. 152/PKS/D.D4/PPK.01.APTV/V/2023 dan No. 2737/PL25/KS/2023. Kita berharap setelah mendapatkan pelatihan ini, tingkat hospitality di Nagari Wisata Taram dapat meningkat,” ujar dia. (r)

 

Sumber: https://padek.jawapos.com/sumbar/payakumbuh/01/11/2023/kolaborasi-politani-payakumbuh-latih-pengelolaan-homestay/

 

Tim Humas PPNP

Website Resmi PPID - PPNP © 2026 PPID.PPNP.AC.ID