Category: BERITA

PERINGATAN HARDIKNAS, POLITANI PAYAKUMBUH DAN BAZNAS LIMAPULUH KOTA SERAHKAN BANTUAN BEASISWA

Mengambil moment peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Kamis (02/05/2024) Baznas Kabupaten Limapuluh Kota (Liko) menyerahkan bantuan beasiswa kepada 60 orang mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) atau dikenal juga dengan sebutan Politani Payakumbuh. Kegiatan ini berlangsung di Kampus PPNP Tanjung Pati. Penyerahan beasiswa tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Baszas Liko Yulius ke Direktur Politani John Nefri. Ini merupakan salah bentuk kerjasama dan kolaborasi Politani Payakumbuh dengan Basnas Liko. Dimana beasiswa itu adalah murni dari zakat yang distorkan pihak Politani Payakumbuh kepada Baznas Liko.  Distribusi zakat  kepada mahasiswa Poltani Pertanian Payakumbuh itu, masing-masig mahasiswa menerima Rp. 1.000.000 (1 juta).

Direktur Politani Payakumbuh, Jhon Nefri dihadapan sebagian civitas akademika dan pimpinan Baznas Liko mengakui, zakat yang distorkan ke Baznas itu baru sebatas dari laba Koperasi Pegawai Politani. “Kami akui, zakat yang kami storkan baru sebatas dari laba koperasi dan belum dari zakat pegawai secara keseluruhan. Namun kami patut acungkan jempol kepada Baznas Lima Puluh Kota, walau belum menerima zakat pegawai secara keseluruhan, zakat yang dari Koperasi sudah didistribusikan seluruhnya kembali kepada kami, bahkan jumlahnya melebih yang kami serahkan sebelumnya. Kami ucapkan terimakash,” kata Jhon Nefri.

Lebih lanjut John Nefri, menyampaikan bahwa kedepannya Politani Payakumbuh berkomitmen untuk lebih meningkatkan peranserta warganya dalam hal penyaluran zakat ataupun dalam bentuk infak dan sedaqah. Karena selama ini kegiatan pengumpulan zaklat, infak, dan sedaqah tersebut sudah dilaksanakan oleh Politani Payakumbuh, yang dikelola oleh pengurus masjid Nurul Fallah Politani Payakumbuh. “Kita akan berkoordinasi dengan Basnaz, sehingga dana yang dititipkan oleh penyetor sampai dan diterima dengan baik oleh yang berhak, dan memenuhi unsur aman secara regulasi atau mematuhi rambu-rambu peraturan hukum & perundangan  dan aman secara syar’a atau selaras dengan hukum Islam (Alquran dan Sunnah)”  ujar John Nefri.

Ketua Baznas Liko, Yulius juga selalu menghimbau pihak Politani dan semua pihak yang memiliki kewajiban berzakat, agar dapat menyalukan kepada Baznas. “Kita akan tetap prioritaskan zakat yang dibayarkan  melalui Baznas, dapat kita salurkan sesuai dengan permintaan muzaki (red.penyetor zakat). Ini yang dalam Islam disebut  mukayyat, apa yang masuk, kita salurkan kembali melalui rekomendasi yang bersangkutan,”kata Yulius.

Menurut Yulius, sebagai lembaga Pemerintah Non Struktural, yang mendapat amanah mengelola dana masyarakat , Baznas Lima Puluh Kota harus menjadi tauladan dalam mengemban visi sebagai pengelola ZIS terbaik dan terpercanya, sehingga muzaki (penyetor zakat) merasa aman dan nyaman dengan tersalurkan zakatnya kepada penerima yang tepat.

 

Tim Humas PPNP

PERESMIAN INSTALASI PEMBIBITAN KALIANDRA MERAH (CALLIANDRA CALOTHYRSUS) KERJASAMA POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH (PPNP) DENGAN PT SEMEN PADANG

Direktur Utama PT Semen Padang Indrieffouny Indra bersama Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) Ir. John Nefri, M.Si, melakukan kegiatan peresmian Instalasi Pembibitan Kaliandra Unit K.1 yang berlokasi pada Lahan Praktik kampus Politani Payakumbuh (PPNP) Tanjung Pati Kab. Lima Puluh Kota, Selasa (22/04/2024). Pembangunan Instalasi Pembibitan Kaliandra Merah merupakan wujud implementasi kerjasama Politani Payakumbuh dengan PT Semen Padang dalam pengembangan Kaliandra Merah sebagai sumber bahan bakar biomassa (biofuel) bagi dunia industri.

Untuk memproduksi bibit Kaliandra Merah Politani Payakumbuh memiliki 3 unit instalasi pembibitan, masing.masing Unit, K.1 di kampus Tanjung Pati, Kecamatan Harau, Unit K.2 dan K.3 di Kampus II PPNP Kenagarian Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban. Dijelaskan oleh Auzia Asman, S.P., M.P, selaku Ketua Program Pengembangan Kaliandra Merah Politani Payakumbuh, kapasitas total ketiga instalasi pembibitan Kaliandra Merah tersebut mencapai 330.00 batang bibit. Instalasi pembibitan Unit K.1 dan K.2 dibangun melalui bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Padang, sedangkan Unit K.3 dibangun melalui program Direktorat Pendidikan Vokasi (DIKSI) dalam bentuk kegiatan Matching Fund Vokasi (MFV) Tahun Anggaran 2023 dalam flatfom Kedai reka.

Semen Padang sebagai salah satu industri pengguna batu bara terbesar di Sumatera Barat, berkomitmen dan tengah bergerak secara masif melakukan konversi energi, dari menggunakan bahan bakar fosil (batu bara) ke sumber bahan bakar energi baru terbarukan (EBT). Sumber EBT tersebut adalah dari biomassa Kaliandra Merah (Calliandra calothyrsus). Dalam pengembangan EBT Kaliandra Merah, PT. Semen Padang menggandeng Politani Payakumbuh sebagai produsen bibit dan pengembang Kaliandra Merah dengan berbagai kegiatan riset terapan (applied research) dan pembedayaan masyarakat (community empowerment). Dalam kerjasama tersebut,masyarakat dilibatkan sebagai afiliasi produksi bibit dan budidaya Kaliandra Merah penghasil kayu bakar EBT. Program kerjasama pengembangan Kaliandra Merah ini disatukan dalam sebuah platform kegiatan Calliandra Development Project (CDP), lanjut Auzia.

Saat peresmian, Direktur Politani Payakumbuh Ir. John Nefri menyatakan bahwa Politani Payakumbuh sebagai Perguruan Tinggi Vokasi bidang Pertanian sangat mendukung program pengembangan Kaliandra Merah sebagai sumber bahan bakar biomassa (biofuel) bagi dunia industri. “Politani juga sudah menyediakan lahan sebagai lokasi pembibitan di lahan kampus Politani Tanjung Pati dan Kampus II Kenagarian Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban” ujar John Nefri.  Kita akan mengajak staf pengajar/dosen untuk melakukan penelitian lanjutan tentang tanaman Kaliandra Merah (Calliandra calothyrsus) sehingga didapatkan inovasi ataupun temuan-temuan baru tentang Kaliandra, ucap John Nefri.

Diakhir sambuatannya Direktur Politani Periode 2022 – 2026 ini menyampaikan bahwa penggunaan Kalinadra sebagai salah satu sumber bahan bakar energi baru terbarukan (EBT) juga sejalan dengan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang selalu aktif dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim dengan mengedepankan keunggulan riset dan inovasi perguruan tinggi untuk dapat memberikan solusi terhadap dinamika permasalahan terkait perubahan iklim yang dihadapi oleh masyarakat. Lebih lanjut John Nefri menyampaikan bahwa salah satu program yang juga sedang disiapkan oleh Politani Payakumbuh yaitu menyiapkan proposal Program Antisipasi Perubahan Iklim Sarana Prasarana Pendidikan yang berkelanjutan yang ramah lingkungan dan menciptakan ketahanan terhadap perubahan iklim (API Sarpras PTV). “Semoga proposal kita lolos dan disetujui oleh  Kemendikbudristek”, harap John Nefri.

 

 

Tim Humas PPNP

MASJID NURUL FALLAH PPNP BERIKAN SANTUNAN KEPADA ANAK YATIM

Pemberian satunan anak yatim merupakan salah satu kegiatan Masjid Nurul Fallah Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (Politani) ketika bulan suci Ramadhan. Ini bentuk kegiatan rutin setiap tahunnya sebagai bentuk perhatian dan kepedulian warga Politani bagi masyarakat yang berasal dari lingkungan di sekitar kampus.

Budi Febriandi sebagai perwakilan pengurus Masjid Nurul Fallah menyatakan bahwa kegiatan ini sebagai bukti kepedulian warga Politani terhadap masyarakat dan juga sarana silaturahim dengan masyarakat sekitarnya, sehingga kehadiran kampus dirasakan oleh warga. Penerima bantuan ini tersebar di Jorong Tigo Alua – Kenagarian Batu Balang, Jorong Pulutan – Kenagarian Koto Tuo dan Jorong Kandang Lamo–Kenagarian Sarilmak.

Santunan yang diberikan kepada 35 orang anak yatim berupa uang tunai dengan total nilai per anak Rp. 500.000,. diharapkan satunan tersebut dapat memberikan sedikit kebahagiaan kepada anak-anak yang telah kehilangan orang tua. Acara ini bertujuan untuk menjalin kasih sayang, memupuk nilai-nilai kemanusiaan serta meringankan beban masyarakat. Untuk lebih meningkatkan jalinan silaturahim dengan masyarakat sekitarnya, maka penyerahan santunan ini diberikan secara langsung oleh pengurus dengan mendatangi anak yatim dengan berkoordinasi Wali Jorong masing-masing daerah, tambah Budi Febriandi.

Ketua Pengurus Masjid Nurul Fallah Prof. Edi Syafri, S.T, M.Si, yang dihubungi terpisah, menyatakan bahwa untuk penyaluran santunan anak yatim maupun kegiatan lain seperti pemberian zakat, bantuan UKT/SPP bagi mahasiswa yang terkendala, merupakan program rutin yang akan terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang. Santunan ini melibatkan partisipasi dari warga kampus yang telah menyisihkan sebagian rezeki untuk digunakan dalam kegiatan ini.

“Mudah-mudahan tahun depan jumlah anak yatim dan mahasiswa penerima bantuan UKT semakin banyak,” ujarnya.

Pengurus Masjid Nurul Fallah mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan rezkinya dan berkontribusi dalam kegiatan ini, dan terima kasih untuk Pimpinan Politani serta seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini. Semoga bermanfaat dan membawa berkah.

 

Tim Humas PPNP

PERPUSTAKAAN POLITANI PAYAKUMBUH SEMAKIN MAJU, RAIH PREDIKAT B UNTUK AKREDITASI PERPUSTAKAAN

Selamat dan sukses buat Perpustakaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, atas raihan Predikat B untuk Akreditasi Perpustakaan Tahun 2023. Penyerahan sertifikat Akreditasi Perpustakaan tersebut diserahakan langsung oleh  Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) E. Aminudin Aziz kepada Direktur Ir. John Nefri, M.Si di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta (Senin 25/3/2024).

Akreditasi perpustakaan adalah rangkaian kegiatan proses pengakuan formal yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional untuk menetapkan bahwa suatu perpustakaan telah memenuhi standar nasional perpustakaan. Akreditasi perpustakaan juga merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, di mana penyelenggaraan perpustakaan dilakukan sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan.

Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh saat diminta tanggapannya, menyampaikan ucapan syukur atas raihan Akreditasi perpustakaan, ” Kita sangat bersyukur dan apresiasi, ini bukti dan berkat kerja keras dan perjuangan kita selama ini” ujar John Nefri. Lebih lanjut Direktur menyatakan bahwa dari 277 perpustakaan di bawah lingkup kerja Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, baru 75 perpustakaan yang sudah terakreditasi, salah satunya Perpustakaan Politani Negeri Payakumbuh.

Semoga dengan raihan sertifikat akreditas ini, layanan perpustakaan Politani semakin meningkat dan maju.

 

Tim Humas PPNP

PETANI DI HALABAN PRODUKSI MINUMAN BIONAS BERSAMA TIM MATCHING FUND POLITANI PAYAKUMBUH

Tim Matching Fund Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh bekerja sama dengan Mitra kelompok Lolo Makmur Nagari Halaban kembangkan dan produksi minuman Bionas.

Kegiatan ini didanai oleh Dirjen Pendidikan Vokasi Kemdikbudristek tahun 2023, dimana Tim MF (Matching Fund) ini beranggotakan Ibu Ir. Mutia Elida, M.Si., Sri Aulia Novita, STP.MP, Olivia Darlis S.Si., MP, Yefsi Malrianti, S.TP.,M.TP dan Bapak Alfikri, SPt, M.Si.

Program ini sendiri juga melibatkan 2 (Dua) orang mahasiswa yang menjalankan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dan 10 (sepuluh) orang mahasiswa yang ikut program Project Base Learning (PBL) pada Program Studi Teknologi Pangan.

PIC kegiatan Ir. Mutia Elida, M.Si, mengatakan kegiatan program pengabdian kepada masyarakat melalui MF (Matching Fund) ini merupakan dampak terhadap peranan Institusi Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh terhadap lahirnya start-up agropreneur dengan brand lokal.

“Bahan baku utama yang digunakan adalah nanas Halaban yang banyak ditanam di Jorong Ateh Laban dan Kelompok Lolo Makmur,” katanya.

Tokoh masyarakat sekaligus petani nanas Ir Nasirwan menjelaskan bahwa budidaya nanas mulai digalakkan kembali atau istilahnya mambangkik batang tarandam, dimana nanas Halaban ini pada zaman penjajahan dan saat berkembangnya perkebunan teh di nagari Halaban banyak dibudidayakan.

“Budidaya juga berkembang pesat dengan puncak pada tahun 1995, nanas Halaban dapat ditemui diseluruh pasar-pasar di Sumatera Barat dan produksi yang tinggi akhirnya tidak dapat diserap oleh pasar sehingga harga anjlok, petani merugi dan mulai beralih dan menyisip serta menaman tanaman perkebunan seperti karet, kayu manis, durian dan kakao,” ujarnya.

Untuk antisipasi hal pada tahun 2022 melalui Dinas Pertanian Kabupaten Limapuluh Kota dan Provinsi Sumatera Barat maka diusulkanlah pendirian Bangsal Pascapanen dan Pengolahan nanas.

Produk unggulan yang dikembangkan adalah Minuman Bionas yaitu minuman probiotik yang bermanfaat untuk kesehatan khususnya yang berhubungan dengan saluran cerna yang dibuat melalui proses fermentasi sari buah nanas dengan menggunakan starter probiotik MI3 (Lactobacillus paracasei ssp paracasei).

Starter ini berasal dari dadih local Halaban yang sudah diisolasi dan melalui serangkaian uji labor yang terkait dengan karakterisasinya sebagai bakteri probiotik dan Fermentasi dilakukan selama lebih kurang 15-17 jam dalam kondisi anaerob fakultatif yang selanjutnya dilakukan homogenisasi dengan melakukan penambahan larutan gula dan air serta dilakukan pengemasan.

“Untuk sekarang ini sudah tersedia kemasan botol PET 80 ml dan kemasan plastic HDPE 80 ml, dimana Proses dilakukan secara aseptic pada lingkungan yang terkendali, sehingga jumlah bakteri hidup yang terdapat pada minuman bionas ini berkisar 108 – 1012 sel, sudah memenuhi standar minuman probiotik yang bermanfaat untuk kesehatan menurut FAO dan WHO sebanyak 108–1011 CFU (colony-forming units).

Diketahui bahwa zatu botol minuman bionas mengandung energi sebesar 52,65 K.kal, lemak total 0,03 g atau 0,06%, protein 0,31 g atau 0,42%, dan karbohidrat 13,32 g atau 4,44%.

Minuman Bionas mengandung vitamin C dan B dan A, mineral yaitu Fosfor dan Mangan yang dapat memperkuat tulang sehingga cocok untuk anak dengan aktivitas olahraga yang intens.

Kandungan polifenol dan flavonoid pada sari buah nanas juga berfungsi sebagai antioksidan, dan dapat meningkatkan immune tubuh.

Bakteri probiotik yang ditambahkan adalah bakteri baik yang bermanfaat untuk kesehatan terutama pencernaan seperti mencegah diare, konstipasi, flatulensi, syndrome iritasi usus besar, dan meningkatkan nafsu makan.

Peningkatan nafsu makan anak tentu beririsan dengan penanggulangan stunting.

Edukasi yang memberikan tambahan pengetahuan dan pengenalan produk dengan brand lokal serta manfaat yang diperoleh setelah mengkonsumsi produk Bionas ini telah dirasakan oleh anak-anak dan masyarakat.

Setelah pengenalan produk ini, Masyarakat sudah bisa mendapatkan minuman ini dengan cara menghubungi pihak Lolo Makmur (Ibu Haltis Tanti) atau datang langsung ke lokasi usaha di Bangsal Pasca Panen nanas di daerah Tembok (Jalan Lintas Payakumbuh-Lintau) sebelum kantor W alinagari Halaban.

 

Sumber : https://www.sudutpayakumbuh.com/petani-di-halaban-produksi-minuman-bionas-bersama-tim-matching-fund-politani-payakumbuh/

 

Tim Humas PPNP

TIM MATCHING FUND POLITANI PAYAKUMBUH KEMBANGKAN BIONAS HEALTY DRINK DI HALABAN

Nagari Halaban merupakan salah satu penghasil buah nenas yang berada di Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat. Asal usul nenas Halaban adalah derivatives nanas yang berasal dari Filipina yang dibawa oleh kolonial Belanda dari daerah Bogor ke kebun teh Halaban.

Para pekerja kebun teh jorong Ateh Laban membawa mahkota nenas ke kebun pribadi untuk ditanam dan akhirnya tanaman berkembang ditengan masyarakat hingga sekarang ini. Varietas ini dikembangkan secara selektif melaluipemuliaan dan perbanyakan tanaman nanas sesuai SOP budidaya nanas. Keunikan nenas

Halaban terletak pada warna kulitnya yang berbeda dari nanas biasa. Kulitnya merah atau oranye cerah, yang membuatnya lebih menarik secara visual dibandingkan dengan nanas biasa yang kulitnya berwarna kuning-hijau.

Nenas Halaban memiliki rasa yang manis dan segar, seperti varietas nanas lainnya. Karena warna kulitnya yang mencolok dan rasa yang enak, nenas Halaban menjadi populer sebagai buah segar, dalam hidangan penutup, atau sebagai campuran dalam berbagai hidangan dan minuman tropis.

Kelompok Tani Lolo Makmur yang berada di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Nagari Halaban menghasilkan komoditi buah nanas dengan luas lahan tanam lebih kurang 8 Ha.

Kelompok Tani Lolo Makmur berdiri pada 26 maret 2018. Kelompok ini berlokasi di Jorong Lompek Nagari Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota yang bergerak dibidang pertanian dengan unit usaha padi sawah, durian, nenas, kakao. karet, saprodi pupuk, penangkar benih, budidaya ikan, pengolah hasil ikan.

Setiap anggota mempunyai lahan yang menghasilkan komoditi pertanian dan perikanan, kelompok ini dibentuk untuk meningkatkan produktifitas lahan pertanian anggota, mendapatkan pendampingan program dari pemeritah maupun swasta.

Jumlah anggota kelompok tani lolo makmur yaitu 23 orang. Kelompok Tani Lolo Makmur diketuai oleh Haltis Tanti yang sekaligus menjadi CEO pada usaha minuman probiotik bionas. Kelompok Tani Lolo Makmur berhasil mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian pada tahun 2022 berupa lata pascapanen, ruang pengolahan beserta peralatan mesin produksi buah nanas atau disebut sebagai bangsal pascapanen lolo makmur.

Selain itu, Kelompok Tani Lolo Makmur juga terlibat sebagai mitra pada program Matching Fund Vokasi (MFV) Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh 2023 dengan ketua tim Mutia Elida (Dosen Teknologi Pangan), dan beberapa anggota yaitu Sri Aulia Novita (Dosen Teknologi Mekanisasi Pertanian, Olivia Darwis (Dosen Prodi Budidaya Tanaman Hortikultura), Alfikri (Pengelolaan Agribisnis) dan Yefsi Malrianti (Prodi Teknologi Mekanisasi Pertanian, serta melibatkan 12 orang mahasiswa dari berbagai program studi.

Selama ini buah nanas belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok tani Lolo Makmur, biasanya hanya menjual nanas kepada pedagang dengan harga yang murah yaitu Rp5.000,- per kg, padahal kalau dijual ke konsumen akhir bisa Rp10.000,- per kg.

Jika diolah menjadi produk makanan dan minuman maka harganya bisa lebih tinggi, sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat nagari. Buah nanas termasuk buah yang mudah rusak, tidak tahan lama serta mempunyai daya beli yang rendah.

Dari permasalahan inilah, melalui program MFV, kampus andil dalam program pengabdian masyarakat di Kelompok Tani Lolo Makmur dengan fokus kegiatan yaitu Optimalisasi Bangsal Pascapanen Nanas Lolo Makmur melalui Produksi Bionas menggunakan biokapsul Probiotik Ml3 Terenkapsulasi.

Kegiatan ini berlangsung sejak Agustus hingga Desember. Selain pendampingan produksi, mitra juga di damping dalam proses promosi melalui sosialisasi ke setiap jorong yang ada di halaban, promosi dan pengenalan produk ke kantor dinas pemerintahan di lingkungan PEMDA Kab. Limapuluh Kota, Kota Payakumbuh, pusat-pusat keramaian dan Olahraga seperti Ngalau Payakumbuh, bahkan sampai ke Kota Bukittinggi yaitu Plataran Jam Gadang Bukittinggi.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan produk baru berupa start-up anak nagari berbasis produk local. Rangkaian kegiatannlain adalah pameran dan bazar produk, pendampingan digital marketing hingga pengurusan izin edar produk.

Mutia Elida selaku ketua tim MFV Bionas Politani menyampaikan “hingga saat ini, kelompok tani sudah bisa memproduksi minuman probiotik Bionas secara mandiri, namun untuk penyediaan biang atau starter probiotik MI3 (Lactobacillus paracasei ssp paracasei) tetap di suplay dari labor Politani Payakumbuh untuk menjamin mutu dan kualitas starter, sedangkan pemeliharaan dan perbanyakan bisa dilakukan di mitra.

Secara produksi, pengemasan dan pemasaran, kelompok sudah bisa melakukan secara mandiri. Kami juga aktif jika ada kegiatan ekspo dari dinas terkait, seperti bulan lalu, kami terlibat dalam kegiatan ekspo di kantor pajak Pratama Payakumbuh”.

Kelompok Tani Lolo Makmur sangat terbantu dengan adanya kegiatan MFV ini. Tanti selaku ketua kelompok menuturkan “kami sangat berterimakasih kepada Tim MF dan Politani.

Dengan adanya kegiatan ini kami bisa berkontribusi dalam mencegah stunting pada balita yang ada di nagari ini. Kami memberikan minuman kepada para balita yang datang ke posyandu secara gratis saat promosi. Kami akan terus kerja sama dengan posyandu dalam penyediaan minuman probiotik bionas ini. Selain itu kami juga dilibatkan dalam kegiatan workshop digital marketing, pelatihan P-IRT dan kegiatan lainnya yang menunjang keterampilan kami dalam mengelola kelompok dan UMKM ini.

Semoga minuman ini bisa kami produksi secara kontiniu dan menjangkau pasar yang lebih luas”. Produk bionas ini telah terenkapsulasi, yaitu suatu proses untuk coating mikroba dengan penggunaan bahan tertentu sebagai kapsulan yang dapat melindungi mikroba dari pengaruh lingkungan yang tidak menguntungkan sehingga viabilitas mikroba tetap terjaga.

Minuman minuman ini dibuat melalui proses fermentasi sari buah nanas menggunakan bakteri starter atau biang berupa bakteri asam laktat tekarakterisasi bakteri yang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan dan meningkatkan immune, meningkatkan nafsu makan dan mencegah diare baik dikonsumsi oleh anak-anak sampai orang tua.

Dengan rasa dan aroma asam dari nanas dengan sensasi menyegarkan, serta mengandung energi yang tinggi baik untuk diet karbo. Ingin sehat, ingat Bionas

Startup technopreneur dengan brand lokal diharapkan memberikan manfaat pada masyarakat agar dapat mengkonsumsi minuman sehat pribiotik bionas dari buah nanas segar, dapat mengatasi permasalahan dari resiko kerusakan pasca panen nanas, meningkatkan nilai ekonomis buah nanas melalui teknologi produksi minuman probiotik (bionas), peningkatan pendapatan melalui usaha startup healthy food melalui mobile marketing, peningkatan keterampilan mitra dalam pengolahan buah nanas, pemasaran online, dan kelembagaan serta networking.

 

Sumber : https://www.sudutpayakumbuh.com/tim-matching-fund-politani-payakumbuh-kembangkan-bionas-healty-drink-di-halaban/

 

Tim Humas PPNP

KOLABORASI, POLITANI PAYAKUMBUH LATIH PENGELOLAAN HOMESTAY

Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Payakumbuh  berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Padang (PNP) menggelar pelatihan pengelolaan homestay. Tim pelaksana terdiri dari dosen multidisiplin ilmu yaitu,  Dr Iis Ismawati SHut MSi ketua, Dr Nurul Fauzi SE MM Ak CA, Ranti Komala Dewi SS MPar MGATH, Ir Ermiati MSi dan Andrik Martha SP MP anggota.

Program Matching Fund ini dilakukan di salah satu Rumah Gadang  warga, dan dibuka Wali Nagari Taram Nanang Anwar, baru-baru ini. “Salah satu komponen wisata yang perlu dikembangkan untuk mendukung destinasi wisata adalah keberadaan homestay untuk memenuhi kebutuhan wisatawan.

Selain itu, homestay juga bagian yang tidak bisa dipisahkan dari desa wisata, homestay menjadi amenitas pariwisata yang memadukan penginapan dan pengalaman maupun budaya lokal yang otentik sebagai atraksinya,” ujar Nanang.

Dengan berkembangnya homestay Rumah Gadang di Nagari Taram, tambah dia, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal, serta meningkatkan jati diri maupun identitas budaya lokal melalui konsep arsitektur pada bangunan Rumah Gadang yang dimanfaatkan sebagai homestay.

Lebih lanjut Nanang berpesan, untuk terus meningkatkan sinergi antar stakeholder pariwisata di Nagari Taram dengan menerapkan model pentahelix melibatkan  pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas dan media. Di mana, kerja sama pentahelix menumbuhkan kreativitas dan membantu pengembangan sosial ekonomi daerah berdasarkan kearifan lokal.

Dr Iis Ismawati menambahkan, pelatihan Homestay Rumah Gadang ini bagian dari upaya meningkatkan length of stay wisatawan di Nagari Taram. Konsep yang diusung adalah pelestarian keotentikan budaya lokal yang dimiliki nagari.

Pihaknya tidak ingin dengan bertumbuhnya sector pariwisata di Taram diikuti oleh menjamurnya pembangunan homestay tak terkontrol yang  justru mengurangi orisinalitas dan kekhasan sebuah desa wisata.

“Hasil survei tim pelaksana kita di lapangan, terungkap bahwa di Taram ini masih banyak rumah gadang yang kosong dan ditinggalkan merantau pemiliknya. Potensi inilah yang kita berdayakan, harapannya selain masyarakat mendapat tambahan pendapatan juga yang lebih penting adalah terpeliharanya aset budaya nagari berupa rumah gadang tersebut,” imbuh Iis.

Acara ini menghadirkan narasumber Rici Candra Dt Pangulu Sati ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sekaligus pengelola Homestay Rumah Gadang Nagari Saribu Gonjong (Sarugo) Kecamatan Gunuangomeh yang sudah mendapatkan penghargaan sebagai juara 4 kategori homestay pada ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Kemeparekreaf RI tahun 2021.

Hadir sebagai peserta dari perwakilan Pokdarwis, pemilik Rumah Gadang Taram, dan pemerintahan nagari Taram. Selain mendapatkan materi dan berdiskusi, para peserta juga langsung praktik demontrasi seperti bagaimana cara dan langkah-langkah menerima tamu bagian dari  penerapan SOP Homestay Rumah Gadang.

Dalam kesempatan tersebut juga disepakati, aturan-aturan adat nagari yang menjadi bagian dari penyusunan SOP. Luaran pelatihan berupa dokumen standar operasional prosedur pengelolaan Homestay Rumah Gadang Nagari Taram. Dokumen ini penting, agar pengelola homestay memiliki acuan yang sama dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.

“Ucapan terima kasih kepada Direktorat Akademik Perguruan Tinggi Vokasi Kemdikbudristek yang telah mendanai kegiatan ini sesuai dengan Kontrak PKS No. 152/PKS/D.D4/PPK.01.APTV/V/2023 dan No. 2737/PL25/KS/2023. Kita berharap setelah mendapatkan pelatihan ini, tingkat hospitality di Nagari Wisata Taram dapat meningkat,” ujar dia. (r)

 

Sumber: https://padek.jawapos.com/sumbar/payakumbuh/01/11/2023/kolaborasi-politani-payakumbuh-latih-pengelolaan-homestay/

 

Tim Humas PPNP

POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH LULUSKAN 422 WISUDAWAN/TI PADA WISUDA TAHUN 2023

POLITANI Payakumbuh meluluskan sebanyak 422 wisudawan/ti pada acara Rapat Terbuka Senat Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Dalam Rangka Wisuda Tahun 2023 yang digelar pada Kamis (5/10/2023) bertempat di Gedung Serba Guna (Auditorium) Politani Payakumbuh. Dalam acara tersebut lulusan wisudawan/ti terdiri dari 3 wisudawan/ti Program Magister Terapan, 91 wisudawan/ti Program Sarjana Terapan, dan 328 wisudawan/ti Program Diploma Tiga.Lulusan yang diwisuda pada tahun ini terdiri 10 Program Sutdi yang terbagi dari 5 Jurusan yang ada di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.

Prosesi wisuda Politani Payakumbuh tahun 2023 diawali dengan rapat senat yang dipimpin Ketua Senat Politani Payakumbuh Dr.Rilma Novita STP,MP.
Hadir dalam acara Wisuda Tahun 2023 tersebut diantaranya keluarga wisudawan/ti, tenaga pendidik dan tenaga pendidikan dilingkungan kampus, unsur MUSPIDA (Pemerintah Daerah Kabupaten,DPRD, Kodim, Polres, Pengadilan Negeri), FORKOPIMCA Harau, perwakilan pemerintah nagari diantaranya Nagari Koto Tuo, Nagari Batubalang, Nagari Sarilamak, serta hadir juga dari Stakeholder dan Mitra kerja yang terdiri dari beberapa perusahaan yang telah menyerap tenaga kerja dari lulusan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.

Foto: Senat Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.

Dalam sambutannya Direktur Ir.John Nefri, M.Si. berpesan bahwa Kreatif, inovatif dan soft skill yang baik adalah modal besar yang mutlak harus  dimiliki para lulusan untuk dapat berhasil di dunia nyata.
“Wisuda bukan hanya prosesi pelantikan dan penyematan gelar semata. Tapi merupakan penyematan tanggung jawab yang lebih besar. Yaitu tentunya tanggung jawab moral akan ilmu yang selama ini diperoleh di bangku kuliah untuk diterapkan agar berguna bagi diri sendiri maupun orang lain. Yang penting dalam wisuda bukanlah semangat perayaannya, tapi semangat untuk menyongsong masa depan yang lebih baik dengan ilmu yang ada di tangan kita. Masa depan yang baik untuk diri sendiri, masa depan yang cerah untuk keluarga, masa depan yang mensejahterakan masyarakat,” ujar Direktur dalam sambutan.

 

Tim Humas PPNP

PETERNAK JORONG GANTIANG TARAM DILATIH CARA MENGUKUR BERAT BADAN SAPI OLEH DOSEN POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH

Dosen Politani Payakumbuh yang tergabung dalam tim Program Pemberdayaan Berbasis Kewilayahan, pada Rabu 27 September 2023 melakukan pelatihan pendugaan bobot badan sapi pada para peternak di Jorong Gantiang Nagari Taram.  Dr.Ir Salvia.  S .,MP selaku ketua tim yang didampingi oleh Dr. Iis Ismawati.,S.Hut.,M.Si dan Sri Nofianti sebagai anggota tim memandu cara penggunaan Animeter kepada para peternak. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari praktek produksi ransum komplit SAPIRA yang telah dilakukan sebelumnya kepada Kelompok Tani Sakinah dan Kelompok Wanita Tani Amanah.

“Pendugaan bobot berat sapi  diperlukan sebagai dasar untuk menentukan jumlah kebutuhan ternak sapi baik konsumsi maupun kebutuhan gizinya.  “Ternak sapi membutuhkan pakan sekitar 2-3 %  dari berat badannya dalam bentuk bahan kering atau dalam bentuk segar diberikan 10 % dari berat badan.” Jelas Salvia. Terdapat tiga komponen  bahan pakan yang dipakai dalam produksi ransum SAPIRA  yaitu pertama; bahan serat sebagai sumber karbohidrat, kedua; bahan konsentrat sebagai sumber protein dan  ketiga;  bahan tambahan atau additive dalam bentuk mineral dan vitamin.

Itulah mengapa ransum SAPIRA dinyatakan sebagai ransum sapi komplit, karena ransum SAPIRA yang diberikan kepada ternak merupakan campuran dari beberapa jenis pakan yang diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama sehari semalam dalam bentuk ransum fermentasi.

Hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sri Nofianti tentang penerapan ransum komplit ke ternak sapi Simental, menunjukkan pertambahan bobot berat badan sapi bisa mencapai 2,1 kg/hari. Formulasi inilah yang saat ini diterapkan kepada mitra pengabdian di Nagari Taram.

Dalam pelatihan ini, mitra dibimbing untuk mampu melakukan pendugaan bobot badan sapi dengan menggunakan metode Schoorl salah satu metode yang mudah dilaksanakan dilapangan oleh peternak. Alat yang digunakan adalah pita ukur Animeter, dimana cara penggunaan alat ini adalah dengan mengukur lingkar dada sapi dan memasukan nya kedalam rumus bobot badan yaitu :

W= (LD + 22 )2 / 100.

W= bobot badan

LD= Lingkat dada

Kegiatan ini disambut antusias oleh mitra, terlihat dari semangat anggota dalam melakukan praktek penggunaan Animeter dalam menduga bobot badan sapi. Dalam praktek tersebut perlu beberapa kali pengulangan, agar mitra terampil dan tepat menggunakan alat, sehingga hasil perhitungan bobot badan sapi yang diperoleh akurat.

Melalui pelatihan ini mitra diharapkan mampu melakukan manajemen pemberian pakan yang baik, mulai dari menduga bobot badan sapi sebagai dasar dalam menentukan kebutuhan dan kandungan zat gizi ransum , menentukan konsumsi dan estimasi pertambahan bobot badan sapi harian.  Inilah kontribusi nyata dari kampus Politani Payakumbuh dalam membantu pemerintah daerah untuk meningkatkan produktifitas ternak sapi di Kabupaten Limapuluh Kota, melalui sosialisasi, penyuluhan, demontrasi hingga pendampingan yang diberikan kepada kelompok tani Sakinah dan amanah.  Semua kegiatan ini dilakukan dalam bentuk sekolah lapang.

 

 

Tim Humas PPNP

DOSEN POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH KEMBANGKAN MOL SAPIRA DARI LIMBAH PERTANIAN

Bertempat di Jorong Ganting Nagari Taram tanggal 3 September 2023, tiga orang dosen Politani  yaitu Dr. Ir. Salvia.,MP, Dr. Iis Ismawati.,S.Hut.,M.Si dan Sri Nofianti SP.,M.SI, Payakumbuh menggelar kegiatan Sekolah Lapang pembuatan MOL bagi Kelompok Tani Sakinah dan Kelompok Wanita Tani Amanah sebagai mitra program. Kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian program Skema Pemberdayaan Wilayah hibah kompetisi tahun 2023 dari Kemendikbudristek Dirjen Pendidikan Tinggi Vokasi.

Menurut Salvia selaku ketua pelaksana program , tujuan kegiatan ini adalah menghasilkan MOL berbahan baku local sebagai Biostarter untuk meningkatkan kualitas pakan ternak dan kompos. “Selama ini petani dan peternak dalam membuat pakan dan kompos menggunakan Biostarter yang dijual di pasar dengan harga yang lumayan mahal.  Melalui pembuatan MOL SAPIRA ini diharapkan petani dan peternak bisa memanfaatkan limbah  sayur dan buah yang ada di lingkungan sekitarnya. Di Jorong Ganting penduduknya banyak menanam papaya dan timun, sisa limbah produk yang busuk dapat menjadi bahan baku untuk membuat MOL setelah ditambah dengan bahan-bahan lain seperti daun jagung, air cucian beras atau air kelapa dan molase dari gula merah atau gula pasir.

MOL atau mikroorganisme lokal  adalah kumpulan mikro organisme yang bisa “diternakkan”, fungsinya dalam konsep “zero waste” adalah untuk “starter” dalam teknologi fermentasi baik untuk pakan ternak maupun pembuatan pupuk organik. Dengan menggunakan MOL, fermentasi pakan dan kompos yang biasanya memakan waktu sampai 2 bulan, kini bisa selesai dalam waktu 2- 3 mingguan.  Dengan menggunkan MOL maka  proses fermentasi akan semakin cepat, sehingga dapat meningkatkan   kualitas produk akhir baik itu dalam pembuatan pakan ternak maupun pengolahan limbah.  . Selain sebagai biostaster, MOL juga dapat dipakai sebagai zat perangsang tumbuh (ZPT) dan juga untuk pestisida alami (agen hayati)” tambahnya. Inilah multifungsi dari MOL yang diharapkan mampu mandiri diproduksi oleh mitra

“Pelibatan  mahasiswa Prodi Teknologi Produksi Ternak dalam Sekolah Lapang ini sebagai bentuk praktek dari pelaksanaan Project Based Learning untuk meningkatkan knowledge, skill dan attitude mereka, sehingga punya pengalaman dalam membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat. Mahasiswa kita dilatih untuk lebih kompeten  sehingga setelah lulus bisa siap kerja”, ujar Salvia.

SAPIRA adalah  branding dari hasil luaran program, merupakan singkatan dari Sistem Pertanian Terpadu Sapi-Jagung Taram. Kami berharap nagari Taram dapat menjadi tempat belajar bagi siapa saja yang ingin mengetahui tentang ilmu sistem pertanian terpadu tertutama untuk komoditi sapi dan jagung sebagai salah satu produk unggulan nagari.

 

Tim Humas PPNP

Website Resmi PPID - PPNP © 2026 PPID.PPNP.AC.ID